Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WhatsApp Siapkan Cara Mencegah Pesan Berantai Masuk ke Grup

Kompas.com - 08/04/2019, 18:35 WIB
Reska K. Nistanto,
Oik Yusuf

Tim Redaksi

Sumber WABetaInfo

KOMPAS.com - WhatsApp telah melakukan beberapa cara untuk mencegah penyebaran hoaks di platform pesan instan besutannya.

Setelah membatasi jumlah pesan terusan (forward), kabar terbaru menyebutkan bhawa admin grup WhatsApp nantinya juga bakal memiliki kewenangan untuk memblokir pesan berantai supaya tak masuk ke dalam grup.

Fitur tersebut menurut situs pembocor WABetainfo, saat ini sedang diuji coba dalam versi beta 2.19.97 di platform Android. Belum ada kabar tentang fitur kontrol admin ini di platform iOS.

Baca juga: Resmi, Pesan WhatsApp di Indonesia Hanya Bisa Diteruskan 5 Kali

Dengan fitur baru itu, admin grup WhatsApp memiliki kewenangan untuk membuat para anggota dalam grup tak bisa posting pesan berantai yang sudah sering diteruskan (forward) sebelumnya.

"Opsi ini akan tersedia di Group Settings di masa mendatang, dan hanya administrator yang bisa melihat (menu) dan mengubahnya," tulis WABetainfo, dirangkum KompasTekno, Senin (8/4/2019).

"Saat fitur itu diaktifkan, maka semua tidak bisa mengirim pesan yang sudah sering diteruskan ke dalam grup," lanjutnya.

Menu pemblokiran pesan terusan di WhatsApp.WABetainfo Menu pemblokiran pesan terusan di WhatsApp.
Pengguna kemungkinan masih bisa meneruskan pesan dengan cara mengkopinya terlebih dahulu, kemudian di-paste sebagai pesan baru. Namun tetap saja hal tersebut membutuhkan upaya ekstra dibanding langsung meneruskan pesan lewat fungsi forward.

Sebelumnya, WhatsApp telah menguji coba pembatasan pesan terusan sejak pertengahan 2018. Pada awal 2019 lalu, fitur tersebut mulai disebar ke Indonesia.

Baca juga: WhatsApp Bakal Tandai Pesan yang Diteruskan

WhatsApp membatasi penerusan satu pesan ke hanya 5 kontak sekaligus dalam sehari. Pesan tersebut akan ditandai, agar penerima pesan mengetahui kalau pesan tersebut sudah beredar luas.

VP Public Policy & Communication WhatsApp Victoria Grad mengatakan bahwa ada penurunan penerusan pesan sebanyak 20 persen sejak fitur tersebut diberlakukan sekitar bulan Juli atau Agustus 2018 lalu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber WABetaInfo
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com