Go-Jek Disebut Belum Berstatus "Decacorn"

Kompas.com - 09/04/2019, 10:14 WIB
Tampilan baru aplikasi perusahaan ride-sharing Go-Jek. Reza Wahyudi/KOMPAS.comTampilan baru aplikasi perusahaan ride-sharing Go-Jek.

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, laporan lembaga riset CB Insight dalam The Global Unicorn Club memasukkan nama Go-Jek sebagai salah satu startup yang menyandang status decacorn. Namun, status tersebut kini kembali dipertanyakan kebenarannya.

Menurut laporan CB Insight, valuasi Go-Jek kini sudah menembus angka 10 miliar dollar AS, akan tetapi dua orang sumber terdekat mengatakan bahwa nilai Go-Jek sejatinya belum mencapai angka tersebut.

Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Selasa (9/4/2019), sumber tersebut mengatakan bahwa valuasi Go-Jek baru "mendekati" angka 10 miliar dollar AS, dan belum sepenuhnya tercapai. Artinya dengan nilai tersebut, Go-Jek belum dapat dikategorikan sebagai decacorn.  

Baca juga: Go-Jek Jadi Startup Decacorn Pertama Indonesia 

Selain itu, hasil riset CB Insight yang menyatakan bahwa valuasi Go-Jek telah melampaui 10 miliar dollar AS juga memunculkan tanda tanya. Pasalnya, CB Insight sendiri tidak menjabarkan dengan jelas dari mana angka tersebut muncul.

Berdasarkan laporan Tech Crunch pada awal Februari 2019 lalu, Go-Jek tecatat mendapat kucuran dana segar dari Google, Tencent, dan JD untuk investasi putaran F.

Baca juga: Go-Jek Dapat Suntikan Dana Segar dari Google, JD, dan Tencent

Ketika itu, sumber terdekat mengatakan bahwa valuasi Go-Jek berada pada kisaran antara 9 hingga 10 milliar dollar AS, namun tidak menyebutkan berapa angka pastinya.

Sehingga, masih ada kemungkinan bahwa valuasi Go-Jek memang belum mencapai 10 millar dollar AS dan baru "mendekati" nilai tersebut.

Apalagi setelah investasi putaran F, belum ada lagi kucuran dana yang berpotensi mengubah valuasi Go-Jek menjadi lebih besar.

Dari laporan Tech Crunch tersebut, tampaknya CB Insights mengambil batas atas 10 miliar dollar AS. Angka tersebut kemudian banyak dikutip oleh media sebagai valuasi Go-Jek saat ini.

Hal serupa juga dialami oleh pesaingnya, Grab. CB Insight juga mencantumkan valuasi yang tak jauh dari angka 10 miliar dollar AS untuk Grab, yakni sebesar 11 miliar dollar AS. Padahal pada kenyataannya valuasi Grab telah mencapai angka 14 miliar dollar AS.

Selain itu, Go-Jek sendiri sejatinya belum mengumumkan secara resmi tentang status decacorn yang dialamatkan kepadanya.

Beberapa waktu lalu, Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Go-Jek pun mengamini hal tersebut, dan ini memperkuat dugaan bahwa valuasi Go-Jek memang belum mencapai angka 10 miliar dollar AS.

Baca juga: Menyandang Gelar Decacorn, Ini Tanggapan Gojek

"Kami baru mendengar mengenai kabar tersebut dan bersyukur ada lembaga independen yang memvalidasi kesuksesan kami dalam meningkatkan nilai perusahaan, tanpa kami perlu membuat pengumuman," ungkap Nila.

KompasTekno pun telah menghubungi pihak Go-Jek terkait kabar ini. Namun sampai berita ini ditayangkan, pihak Go-Jek masih belum memberikan keterangan.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X