Twitter Turunkan Jumlah Akun yang Bisa Diikuti Per Hari

Kompas.com - 09/04/2019, 11:25 WIB
Ilustrasi Twitter IstIlustrasi Twitter

KOMPAS.com - Twitter kini mulai memberlakukan sebuah kebijakan baru terkait aktivitas pengguna di lini masa. Jejaring sosial itu kini mulai membatasi jumlah akun yang bisa diikuti oleh pengguna dalam satu hari.

Pengguna yang semula bisa mengikuti 1.000 akun per hari, kini hanya bisa mengikuti sebanyak 400 akun dalam saja. Kebijakan ini dibuat demi mencegah akun-akun spammer mengembangkan jaringannya dengan cepat.

Akun-akun spammer yang berkeliaran di lini masa Twitter memang seringkali berkembang begitu cepat dalam waktu yang singkat. Mereka sering mem-follow akun secara massal dan agresif dalam satu hari.

"Follow, unfollow, follow lagi, unfollow lagi. Siapa yang melakukan itu? Tentu saja spammer. Jadi kami mengubah jumlah akun yang dapat diikuti dari 1.000 menjadi 400 dalam sehari. Jangan khawatir, kalian akan baik-baik saja," ungkap Twitter.

Baca juga: Twitter Rilis Aplikasi Twttr untuk Kelinci Percobaan Fitur Baru

Sejumlah pengguna kemudian memberikan respons terkait kebijakan Twitter tersebut. Mereka mempertanyakan dari mana angka 400 yang dipilih Twitter sebagai batas maksimal dalam setiap hari.

Bagi pengguna biasa, angka tersebut memang masih tergolong besar sehingga pengguna masih leluasa dalam memilih akun-akun untuk diikuti setiap harinya. Namun kebijakan ini akan lebih memengaruhi akun-akun bisnis milik korporasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, tak jarang pengguna yang berkeluh kesah pada layanan sebuah perusahaan melalui Twitter. Untuk menjawab keluhan ini melalui DM, akun milik korporasi tersebut tentu juga harus mem-follow akun pengguna yang bersangkutan, sehingga di sinilah dampak dari kebijakan tersebut akan terasa.

Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Selasa (9/4/2019), Twitter mengatakan jumlah batas maksimal tersebut sudah diputuskan melalui serangkaian pertimbangan. Twitter melihat angka ini masih berada dalam batas wajar, sehingga layak untuk dipertimbangkan.

"Kami melihat perilaku pengguna dalam mengikuti akun-akun dengan berbagai ambang batas. Kami memilih angka 400 sebagai batas wajar yang dapat menghambat perkembangan akun spam tapi tidak memengaruhi akun-akun yang sah," kata juru bicara Twitter.

Selain itu, Twitter juga telah memperbarui fitur pelaporannya guna memberantas akun-akun spam dan akun palsu yang beredar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X