Samsung Yakin Rajai Pasar Smartphone 10 Tahun Mendatang

Kompas.com - 11/04/2019, 12:13 WIB

KOMPAS.com - Pasaran smartphone Samsung sempat terseok tahun lalu. Lembaga riset Counterpoint mencatat, pengapalan ponsel Samsung menurun menjadi 290 juta unit di tahun 2018. Jumlah ini turun hampir 318 juta unit dari tahun sebelumnya.

Namun, CEO Samsung, DJ Koh tetap percaya diri bahwa perusahaannya akan tetap merajai ponsel global hingga satu dekade alias sepuluh tahun mendatang.

Teknologi ponsel lipat, disebut Koh, bakal mampu mendongkrak kembali pendapatan perusahaan yang sempat menurun.

Kepercayaan diri Koh juga sekaligus menepis ancaman dari Huawei yang juga ingin menggeser takhta Samsung sebagai vendor ponsel nomor satu. (Baca juga: Usai Tumbangkan Apple, Huawei Bidik Samsung)

"Sebagai pemimpin pasar smartphone global, prioritas kami adalah selalui meningkatkan produk dan layanan kami untuk memberikan inovasi yang berarti bagi konsumen kami," ujar Koh.

"Samsung telah menjadi pemimpin pasar smartphone selama sepuluh tahun dan tetap seperti itu untuk sepuluh tahun mendatang dengan melanjutkan inovasi dan imajinasi baru untuk pengalaman mobile," imbuhnya.

Imajinasi yang dimaksud Koh adalah teknologi mutakhir ponsel lipat yang diwujudkan melalui Galaxy Fold. Koh melihat adanya segmen yang besar untuk ponsel lipat.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Galaxy Fold Menurut Pengguna Awal

Ia mengatakan, ponsel lipat menjadi semacam "obat" untuk orang-orang yang bosan melihat smartphone berbentuk persegi panjang yang makin hari bentang layarnya makin panjang.

"Secara pribadi, saya melihat potensi besar untuk segmen ponsel lipat. Konsumen akan mencari layar yag luas tanpa harus mengorbankan portabilitas mereka," ungkapnya, dilansir KompasTekno dari BGR, Rabu (10/4/2019).

Ia menambahkan, Samsung mengambil inisiatif untuk merombak desain ponsel secara radikal untuk memberikan pengalaman mobile yang belum pernah ada sebelumnya.

"Ponsel lipat Samsung bukan hanya kategori baru, tapi kami menggurat bab baru di industri smartphone. Kami membuat Galaxy Fold untuk langsung mengubah cara konsumen menggunakan ponsel mereka," lanjut Koh.

Baca juga: Bos Samsung dan Huawei Saling Ejek Ponsel Lipat

Berbanding terbalik dengan Samsung, Huawei justru mengalami pertumbuhan. Pengapalan smartphone Huawei naik dari 153 juta di tahun 2017 ke angka 206 juta di tahun 2018.

Namun, langkah Huawei untuk mengalahkan Samsung harus menghadapi tantangan pemblokiran dari AS dan sejumlah sekutunya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BGR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.