Demi Peta, Uber Rela Bayar Google Rp 820 Miliar

Kompas.com - 13/04/2019, 08:26 WIB
Ilustrasi pengemudi mobil menggunakan aplikasi Uber Reuters/David GrayIlustrasi pengemudi mobil menggunakan aplikasi Uber
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Uber resmi mengajukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di AS lewat form pendaftaran S-1 dengan kode saham UBER.

Dalam pengajuan IPO tersebut, ada satu hal yang menarik yang diumbar Uber, yaitu biaya yang dihabiskan perusahaan ride-hailing asal AS tersebut untuk menghadirkan layanan navigasi di dalam aplikasinya.

Uber mengklaim telah membayar Google untuk penyediaan layanan Google Maps di antarmuka aplikasi ride-hailing Uber sebesar 58 juta dollar AS atau sekitar Rp 820 miliar.

Uang ratusan miliar rupiah itu dibayarkan Uber secara bertahap selama 3 tahun, dari awal Januari 2016 hingga akhir Desember 2018.

Baca juga: Mirip Waze, Google Maps Kini Punya Fitur untuk Melaporkan Kemacetan

Kerja sama Uber dan Google sendiri dimulai sejak bulan Oktober 2015, saat J. Kim Fennel masih menjabat sebagai CEO Uber. Lantas, mengapa Uber bayar Google sebanyak itu? 

Layanan ride-hailing seperti Uber, Go-Jek, atau Grab, memang membutuhkan layanan pemetaan dan navigasi yang bisa diandalkan agar proses antar-jemput pelanggan bisa berjalan dengan optimal. Dalam hal itu, Uber pun kemudian mengandalkan Google Maps.

"Kami sangat mengandalkan pihak ketiga untuk menyediakan software bagi produk kami, termasuk (mengandalkan) Google Maps yang memiliki peran penting untuk sisi fungsionalitas platform ride-hailing kami," sebut pihak Uber di dalam dokumen IPO.

Dengan pemetaan Google Maps yang sudah digunakan di berbagai aplikasi dan dikenal andal, Uber pun rela membayar puluhan juta dollar AS demi menunjang layanannya.

Google yang juga memiliki saham sebesar 5 persen di Uber pun memegang satu faktor kunci di balik operasional layanan ride-hailing ini.

Baca juga: Perjalanan MRT Jakarta Bisa Dipantau Pakai Google Maps

Terkait kemungkinan untuk menggunakan layanan pemetaan dari pihak lain, Uber  mengatakan masih belum akan meninggalkan Google Maps dan akan tetap menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Mountain View tersebut.

Sebab, pihak Uber sendiri memang tak melihat ada layanan yang sebaik Google Maps untuk menunjang navigasi serta layanan operasional ride-hailing mereka di beberapa kawasan yang disambangi Uber.

Selain membayar layanan Maps, Uber juga disebut telah membayar 631 juta dollar AS kepada beberapa perusahaan afiliasi Google untuk memasarkan sekaligus mengiklankan layanan Uber, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Jumat (12/4/2019).

Uber sendiri sudah tidak beroperasi lagi di Indonesia semenjak menarik diri dari kawasan Asia Tenggara pada April tahun lalu. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X