Drama di Balik Hengkangnya Dua Pendiri Instagram dari Facebook

Kompas.com - 23/04/2019, 13:47 WIB
Kevin Systrom (kanan) dan Mike Krieger (kiri) berdiri di tengah-tengah pegawai Instagram InstagramKevin Systrom (kanan) dan Mike Krieger (kiri) berdiri di tengah-tengah pegawai Instagram

Misalnya, iklan Instagram di Facebook dan dukungan cross-publish yang menampilkan posting di linimasa Facebook ketika pengguna mengunggah foto atau video di Instagram.

Kepada dua pentolan Instagram, Zuckerberg lantas memperihatkan daftar tersebut dan memberitahukan bahwa semua dukungan Facebook terhadap Instagram bakal dicabut.

Facebook seolah mengatakan bahwa Instagram diminta untuk menutup "celah" supaya pengguna Facebook tak lagi lari ke Instagram. Semacam balas jasa karena telah memperoleh aneka dukungan dari Facebook.

Systrom bereaksi dengan mengambil cuti, lalu merilis memo untuk karyawan Instagram yang isinya meberitahukan soal keputusan Zuckerberg tentang penyetopan dukungan traffic untuk Instagram.

Percikan api

Memo tadi disebut-sebut sebagai percikan api yang membuat konflik antara Facebook dan Instagram bergejolak. Facebook sebagai induk disebut marah dan khawatir isi memo itu bocor ke pihak eksternal.

"Hal itu menimbulkan masalah besar. Systrom mengambil cuti. Saat dia kembali, dia dan co-founder Instagram (Krieger) mengatakan 'kita sudah selesai'," jelas Thompson, dirangkum KompasTekno dari CBS, Selasa (23/4/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa orang sempat mendengar percakapan yang terjadi saat itu. Systrom mengaku Zuckerberg membuat keadaan bertambah sulit karena secara politis, Zuckerberg tidak bisa memecat dirinya.

Laporan Wired memang tidak secara gamblang menyebutkan akar konflik. Tapi secara garis besar membawahi ambisi Zuckerberg yang ingin menguatkan dominasinya di Instagram.

Niat ini sudah mulai terlihat dengan beberapa perubahan yang telah dan baru akan berjalan.
Misalnya fitur belanja yang semakin efisien dengan meluncurkan fitur belanja di dalam aplikasi (in-app purchase).

Baca juga: Ingkar Janji Mark Zuckerberg kepada WhatsApp, Instagram, dan Messenger

Zuckerberg juga mengungkapkan rencananya menyatukan tiga platform di bawah naungannya, yakni Instagram, Facebook, dan Whatsapp. Thompson mengatakan, pertumbuhan pengguna adalah prioritas Facebook di atas segalanya.

"Itu artinya, ada banyak kesepakatan buruk, ada banyak kebocoran data, ada banyak hal yang kembali menghantam mereka saat kepercayaan publik terhadap perusahaan teknologi berubah," ungkap Thompson.

Halaman:


Sumber CBS News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X