Vendor Rusia Pembuat Ponsel Dua Layar Dinyatakan Bangkrut

Kompas.com - 23/04/2019, 20:47 WIB

KOMPAS.com - Masih ingatkah dengan ponsel YotaPhone? Merek ini memang kurang familiar. Namun ia pernah eksis di Indonesia dengan menawarkan ponsel Android dua layar, masing-masing di bagian muka dan punggung.

Lama tak terdengar, kabar buruk justru datang dari Yota, pabrikan YotaPhone. Vendor ponsel asal Rusia itu ternyata gulung tikar. Masalah utamanya adalah kesulitan finansial dan hutang kepada pemasok, salah satunya adalah Hi-P Electronics.

Hi-P Electronics diketahui menjadi pemasok e-ink atau layar tinta digital untuk Yota. perusahaan asal Singapura itu menyeret Yota ke jalur hukum karena belum membayar utang total 126 juta dollar AS pada tahun 2015.

Baca juga: Smartphone Dua Layar YotaPhone 2 Meluncur di Indonesia

Yota disebut menolak untuk menerima pengirima barang yang telah disepakati sebelumnya. Hi-P sempat sepakat untuk mengambil 17 juta dollar AS sebagai gantinya, tetapi ternyata kesepakatan itu gagal.

Kasus tersebut diajukan ke pegadilan Kepulauan Cayman. Mahkamah Agung Kepulauan Cayman kemudian menyatakan Yota bangkrut.

Tampilan layar depan (kiri) dan layar belakang YotaPhone 2Yoga Hastyadi Widiartanto/ KOMPAS.com Tampilan layar depan (kiri) dan layar belakang YotaPhone 2

Dihimpun KompasTekno dari GSM Arena, Selasa (23/4/2019), pengadilan telah menunjuk FTI Consulting sebagai likuidator Yota dan prosesnya saat ini sedang berjalan. Sebelum resmi bangkrut, Yota memang tidak memiliki protofolio panjang di industri smartphone.

Memulai debut dengan YotaPhone pada tahun 2012, Yota hanya menelurkan total tiga ponsel. Dua lainnya adalah YotaPhone 2 dan 3 yang dirilis lima tahun setelah model pertama. Sayangnya, kedua ponsel ini hanya terjual 75.000 unit.

Baca juga: Masuk Indonesia, Ini Strategi Ponsel Android Buatan Rusia

YotaPhone 2 gagal melebarkan sayap ke Amerika Serikat pada tahun 2015. Pada tahun 2016, mereka juga memutuskan untuk menarik diri dari pasar Rusia dan Eropa. Akhirnya, Yota pun menggeser fokus pasarnya ke China.

Yota pernah menjajal pasar Indonesia dengan menargetkan segmen premium. Tahun 2016, Yota 2 dijual di Indonesia melalui distributor PT Maxindo telemedia Nusantara (Maxindo).
Ponsel tersebut dijual dengan harga Rp 8,9 juta, kala itu melalui jalur online.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber GSM Arena
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.