Vendor Rusia Pembuat Ponsel Dua Layar Dinyatakan Bangkrut

Kompas.com - 23/04/2019, 20:47 WIB
Model memamerkan YotaPhone 2 dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa (16/2/2016)Yoga Hastyadi Widiartanto/ KOMPAS.com Model memamerkan YotaPhone 2 dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa (16/2/2016)

KOMPAS.com - Masih ingatkah dengan ponsel YotaPhone? Merek ini memang kurang familiar. Namun ia pernah eksis di Indonesia dengan menawarkan ponsel Android dua layar, masing-masing di bagian muka dan punggung.

Lama tak terdengar, kabar buruk justru datang dari Yota, pabrikan YotaPhone. Vendor ponsel asal Rusia itu ternyata gulung tikar. Masalah utamanya adalah kesulitan finansial dan hutang kepada pemasok, salah satunya adalah Hi-P Electronics.

Hi-P Electronics diketahui menjadi pemasok e-ink atau layar tinta digital untuk Yota. perusahaan asal Singapura itu menyeret Yota ke jalur hukum karena belum membayar utang total 126 juta dollar AS pada tahun 2015.

Baca juga: Smartphone Dua Layar YotaPhone 2 Meluncur di Indonesia

Yota disebut menolak untuk menerima pengirima barang yang telah disepakati sebelumnya. Hi-P sempat sepakat untuk mengambil 17 juta dollar AS sebagai gantinya, tetapi ternyata kesepakatan itu gagal.

Kasus tersebut diajukan ke pegadilan Kepulauan Cayman. Mahkamah Agung Kepulauan Cayman kemudian menyatakan Yota bangkrut.

Tampilan layar depan (kiri) dan layar belakang YotaPhone 2Yoga Hastyadi Widiartanto/ KOMPAS.com Tampilan layar depan (kiri) dan layar belakang YotaPhone 2

Dihimpun KompasTekno dari GSM Arena, Selasa (23/4/2019), pengadilan telah menunjuk FTI Consulting sebagai likuidator Yota dan prosesnya saat ini sedang berjalan. Sebelum resmi bangkrut, Yota memang tidak memiliki protofolio panjang di industri smartphone.

Memulai debut dengan YotaPhone pada tahun 2012, Yota hanya menelurkan total tiga ponsel. Dua lainnya adalah YotaPhone 2 dan 3 yang dirilis lima tahun setelah model pertama. Sayangnya, kedua ponsel ini hanya terjual 75.000 unit.

Baca juga: Masuk Indonesia, Ini Strategi Ponsel Android Buatan Rusia

YotaPhone 2 gagal melebarkan sayap ke Amerika Serikat pada tahun 2015. Pada tahun 2016, mereka juga memutuskan untuk menarik diri dari pasar Rusia dan Eropa. Akhirnya, Yota pun menggeser fokus pasarnya ke China.

Yota pernah menjajal pasar Indonesia dengan menargetkan segmen premium. Tahun 2016, Yota 2 dijual di Indonesia melalui distributor PT Maxindo telemedia Nusantara (Maxindo).
Ponsel tersebut dijual dengan harga Rp 8,9 juta, kala itu melalui jalur online.




Close Ads X