Ericsson: Jaringan 5G Bisa Bikin Operator Hemat 10 Kali Lipat

Kompas.com - 25/04/2019, 16:43 WIB
Head of Ericsson Indonesia Jerry Soper dalam acara Barcelona Unboxed di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019). 
KOMPAS.com/ GITO YUDHA PRATOMOHead of Ericsson Indonesia Jerry Soper dalam acara Barcelona Unboxed di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019). 
|
Editor Oik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan 5G sampai saat ini masih dalam tahap penyempurnaan dan belum digelar di Indonesia. Kalau sudah siap kelak, teknologi seluler generasi ke-5 itu diprediksi akan dapat membantu operator seluler untuk memangkas pengeluarannya.

Bahkan, penyedia perangkat telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, meramalkan operator bisa memangkas biaya hingga 10 kali lipat  untuk setiap 1 GB data, jika menggunakan teknologi 5G.

Hal tersebut disampaikan oleh Head of Ericsson Indonesia Jerry Soper dalam acara bertajuk Barcelona Unboxed di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: 2024, Pelanggan 5G Diperkirakan Mencapai 1,5 Miliar

"Harga per 1 GB akan lebih rendah. Di situlah 5G akan melakukan perannya. Dengan 5G (operator) akan semakin efisien karena lebih smart termasuk peralatannya, dan cost akan lebih kecil," kata Jerry.

Menurut Jerry, salah satu kondisi yang tengah dihadapi oleh operator seluler saat ini adalah meningkatnya pertumbuhan lalu lintas data (traffic) dan penggunaan kuota data.

Saat 5G dapat diimplementasikan, maka ongkos yang harus dikeluarkan oleh setiap operator akan jauh lebih rendah.

Dengan begitu, imbuh Jerry, operator bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ia pun meramalkan bahwa operator akan mendapat tambahan pendapatan sebesar 30 persen dari 5G pada tahun 2026 mendatang.

"Bagi Indonesia, operator dapat memperoleh tambahan pendapatan 30 persen dari peluang pasar yang mendukung 5G di 2026. Ini bisa mencapai sekitar 6 miliar dollar AS," lanjutnya.

Baca juga: Huawei Sarankan Indonesia Pakai Frekuensi Rendah untuk 5G

Jerry juga memproyeksikan lalu lintas data internet secara global akan naik sebesar 25 persen pada 2024 sebagai efek dari adopsi 5G.  Artinya, peluang 5G untuk mendominasi teknologi komunikasi di dunia sangat besar.

"Trafik 5G di dunia akan lebih besar dari trafik keseluruhan hari ini," imbuhnya.

Jerry sendiri optimis teknologi 5G ini akan membawa dampak yang signifikan untuk Indonesia. Nantinya, operator yang telah menyediakan jaringan 4G akan dapat bermigrasi ke jaringan 5G dengan lancar.

Jaringan 5G pertama kali digelar secara komersil di Korea Selatan beberapa waktu lalu. Beberapa operator di Indonesia pun telah menguji coba penggunaan jaringan ini dalam sebuah wilayah terbatas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X