"Feature Phone" Masih Banyak, Indosat Pertahankan 2G di Sumatera

Kompas.com - 27/04/2019, 14:05 WIB
Ilustrasi Nokia 210PhoneArena Ilustrasi Nokia 210

 

PADANG, KOMPAS.com - Meski sudah menggelar jaringan 4G LTE sejak beberapa tahun lalu dan terus mengembangkannya hingga kini, operator seluler Indosat Ooreedoo mengatakan masih banyak pelanggannya di Sumatera yang bergantung pada jaringan 2G.

Menurut Kustanto, Group Head Network Strategy, Architecture & Solution Indosat Ooredoo, situasi tersebut disebabkan oleh sebagian pengguna Indosat di pulau tersebut yang masih bertahan dengan feature phone, belum beralih menggunakan smartphone modern.

Penggunaan feature phone yang notabene masih berkisar soal panggilan suara dan pesan singkat (SMS) pun tak membutuhkan koneksi internet, apalagi bandwidth tinggi dari 4G LTE.

Baca juga: Ramadan, Indosat Siapkan "Bandwidth" 18 TB Per Hari

"Ini terkait dengan kebutuhan dari user yang memang masih sebatas phone dan SMS, belum membutuhkan service data (internet seluler)," ujar Kustanto ketika ditemui KompasTekno di sela acara uji jaringan Indosat di kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (26/4/2019).

Head of Field Engineer Sumatera Indosat Ooreedo Selo Poernomo memberikan pernyataan serupa. Menurut Selo, Indosat belum bisa meninggalkan 2G lantaran masih banyak pemasukan yang disumbang oleh teknologi jaringan seluler uzur itu.

"Contohnya, di market Aceh, bisnis utama kami di sana itu masih 2G," ungkap Selo.

4G Digenjot, 2G Bertahan

Ilustrasi Selo Poernomo, Head of Field Engineer Sumatera Indosat Ooredoo, saat ditemui KompasTekno di acara uji kesiapan jaringan Indosat di Padang, Kamis (25/4/2019).Bill Clinten/Kompas.com Ilustrasi Selo Poernomo, Head of Field Engineer Sumatera Indosat Ooredoo, saat ditemui KompasTekno di acara uji kesiapan jaringan Indosat di Padang, Kamis (25/4/2019).
Indosat berupaya memigrasikan pelanggannya di Sumatera agar memakai smartphone supaya penggunaan frekuensi 2G bisa dialihkan untuk memaksimalkan layanan 4G LTE.

Namun, upaya tersebut masih terganjal oleh banyaknya pelanggan 2G seperti tersebut di atas.

Beberapa usaha dilancarkan Indosat demi menarik pelanggan untuk beralih jaringan, seperti  promo bundling ponsel dan SIM card.

Di saat bersamaan, Indosat terus menggenjot perluasan jaringan 4G LTE besutannya dan berencana menambah belasan ribu BTS 4G di seluruh Indonesia hingga akhir 2019.

Baca juga: Indosat Akan Tambah 18.000 BTS 4G di 2019

Selo menyebutkan pengguna Indosat di Sumatera yang masih menggunakan jaringan 2G di Sumatera jumlahnya perlahan menurun. Menurut dia, ini karena faktor harga smartphone yang juga semakin murah sehingga lebih terjangkau masyarakat banyak.

Kendati demikian, operator seluler yang identik dengan warna kuning tersebut menyatakan akan tetap mempertahankan jaringan 3G dan 2G selagi masih dibutuhkan oleh pelanggan.

"(Jaringan 2G dan 3G) Masih kami maintain kok, tidak ditinggal sama sekali, karena sistemnya masih ada," ujar Selo. Dia tidak menyebutkan sampai kapan Indosat akan mempertahankan layanan 2G dan 3G.

Baca juga: XL Pelan-pelan Matikan Sinyal 2G

Dilema yang sama soal pelanggan yang masih berkutat di teknologi 2G atau 3G terdahulu juga dihadapi operator-operator seluler lain di Indonesia.

Sebagian, seperti Smartfren, sudah beralih sepenuhnya ke 4G LTE setelah mematikan jaringan 3G (CDMA) pada akhir 2017 lalu. Lalu XL Axiata baru-baru ini juga menyatakan akan mematikan jaringan 2G secara bertahap.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X