Aplikasi Berkedok "Virus Iklan" Beredar di Play Store, Sudah Diunduh 30 Juta Kali

Kompas.com - 30/04/2019, 10:11 WIB
Ilustrasi adware yang mengancam keamanan ponselCheckPoint Ilustrasi adware yang mengancam keamanan ponsel

Sementara versi TsSdk yang lebih baru, ditemukan di dalam beberapa aplikasi layanan musik dan kebugaran dan telah diinstal 28 juta kali. Pengembang telah mengubah kode dan mengenkripsi kode aplikasi ini.

Kemungkinan, pengembang ingin membuat kode tersebut tertanam lebih lama di perangkat dan hanya akan muncul saat terkoneksi dengan Facebook.

Software Developer Kit (SDK) Facebook memang memiliki fitur bernama "deferred deep linking" yang memungkinkan aplikasi ini mendeteksi aktivitas tersebut.

Baca juga: Malware Ini Bisa Merusak Smartphone Android Secara Fisik

Setelah iklan diklik, aplikasi adware tadi akan menampilkan iklan tambahan dalam empat jam pertama, lalu jarang muncul hingga muncul secara acak.

Meski iklan tambahan jarang muncul, iklan layar penuh masih tetap akan ditampilkan setiap layar tidak dikunci atau setiap 15 dan 30 menit sekali.

Kendati aplikasi adware ini mampu menerobos background Android terbaru, namun Avast mengatakan malware tidak akan berfungsi dengan baik di versi Android 8 Oreo ke atas karena tidak kompatibel dengan sistem manajemen background aplikasi ini.

Avast telah menghubungi Google untuk menghapus aplikasi-aplikasi adware yang ditemukan.
Beberapa aplikasi telah dihapus, seperti Pro Piczoo, Photo Blur Studio, dan Mov-tracker.

Baca juga: Awas, Ratusan Aplikasi Android Ini Terjangkit Virus Iklan

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X