Perusahaan Induk Google Berencana Membasmi Nyamuk di Muka Bumi

Kompas.com - 30/04/2019, 12:14 WIB
Ilustrasi nyamuk TacioPhilipIlustrasi nyamuk
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

Uji coba lain di Innisfail, Australia, pada pertengahan tahun lalu berhasil mengurangi populasi nyamuk hingga 80 persen, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Alphabet, Perusahaan Pemilik Google

Harapannya, apabila terbukti sukses dan bisa dilakukan secara ekonomis, metode sterile insect technique ala Verily ini bisa disebarkan ke seluruh dunia untuk mengenyahkan nyamuk pembawa penyakit dari muka Bumi.

"Kuncinya adalah bagaimana agar bisa melakukan program macam ini dengan cara yang terjangkau dan efisien, sehingga kami bisa pergi ke negara-negara yang tidak memiliki terlalu banyak uang," ujar Jacob Crawford, seorang peneliti senior di Verily.

Belum jelas apa efeknya ke lingkungan kalau populasi nyamuk pembawa penyakit dilenyapkan sepenuhnya. Peranan ekologi dari nyamuk belum sepenuhnya dipelajari. Dugaan sementara, ekologi setempat seharusnya baik-baik saja walau tanpa nyamuk.

Jenis nyamuk berbahaya seperti Aedes aegypti sebenarnya juga bukan endemik di banyak daerah. Aedes aegypti diketahui berasal dari Afrika, tapi kini sudah menyebar sehingga merajalela di lebih 120 negara di zona tropis, termasuk Indonesia.

Baca juga: Bill Gates Lunasi Utang Nigeria ke Jepang Rp 950 Miliar

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X