Tiga Sebab Turunnya Industri Telekomunikasi di 2018 Menurut Telkomsel

Kompas.com - 01/05/2019, 14:17 WIB
Ilustrasi layanan 5G Telkomsel. KOMPAS.com/Reska K. NistantoIlustrasi layanan 5G Telkomsel.
|
Editor Oik Yusuf

Perang harga

Harga paket data di Indonesia dikatakan Ririek "banting-bantingan" selama 2018. Indonesia disebut Ririek menjadi salah satu negara yang harga paket datanya rendah.

Walau bagus bagi pelanggan, namun tidak bagi industri menurut Ririek. Karena industri harus bertahan dengan menghasilkan pendapatan.

Baca juga: Tak Mau Perang Harga, Tri Fokus ke Kuaitas Layanan

"2018 itu tidak ada operator yang untung, kalau rugi mau sampai kapan?" tanya Ririek.

Jika operator seluler tidak sustain, lalu layanan memburuk, ujung-ujungnya adalah penutupan layanan, sehingga yang rugi adalah masyarakat juga karena fasilitas telekomunikasi tidak ada.

Penurunan SMS dan telepon

Tahun 2018 menurut Ririek adalah titik balik bagi Telkomsel, di mana revenue layanan legacy yakni voice (telepon) dan SMS tercatat turun. Untuk pertama kalinya pula pendapatan non-legacy (data internet ) lebih dominan.

Pendapatan Telkomsel dari layanan telepon dan SMS pada 2018 lalu disebut menyumbang 47 persen revenue total. Sementara layanan non-legacy (data) sebesar 53 persen.

Pada akhir kuartal I-2019 angka revenue dari layanan non-legacy bahkan lebih tinggi lagi dan diklaim Ririek mencapai 61 persen, sementara revenue layanan legacy hanya menyumbang 39 persen.

Baca juga: Tata Ulang Frekuensi Selesai, Internet Telkomsel Dijanjikan Makin Maksimal

Oleh karena itu, Telkomsel mendorong harga layanan telekomunikasi di Indonesia bukan murah, namun terjangkau. Masyarakat bisa membeli, sementara operator bisa menjual layanannya dengan harga yang sehat sehingga bisa mempertahankan bisnisnya.

Walau secara industri bisnis telekomunikasi mengalami penurunan hingga minus 7 persen, namun penurunan revenue Telkomsel masih di bawah angka rata-rata industri, yakni minus 4,3 persen.

Nilai EBITDA Telkomsel juga minus sepanjang 2018 lalu, namun jika dibandingkan antara awal 2018 dan akhir kuartal I-2019 lalu, Ririek mengklaim revenue share Telkomsel naik sebesar 2,3 persen, dari 60,2 persen menjadi 68 persen.

Telkomsel sendiri bakal menerbitkan laporan tahunan kuartal I-2019 selengkapnya pada  3 Mei mendatang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X