Telkomsel Siapkan 3 Teknologi untuk Memaksimalkan Layanan 4G

Kompas.com - 03/05/2019, 11:32 WIB
ilustrasiYoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com ilustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com - Pada 2019 ini, fokus Telkomsel tetap memperluas cakupan layanan 4G LTE sambil berupaya meningkatkan kualitasnya untuk pelanggan.

Untuk merealisasikan tujuan itu, Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan mengatakan bahwa Telkomsel sudah menyiapkan 3 teknologi seluler, yakni LTE 4,9 G, LTE TDD MAssive MIMO, dan LTE LAA.

LTE "4,9 G"

Pertama adalah dengan mengimplementasikan teknologi jaringan yang disebut Telkomsel dengan istilah "4,9G". Teknologi ini diklaim sudah mendekati kapabilitas 5G.

Baca juga: Telkomsel Siapkan "Bandwidth" 4,7 TB Per Detik untuk Lebaran 2019

"LTE ada 3 generasi, pertama LTE saja (4G), 4G advanced (4,5G), dan advanced Pro (4,9 G), Telkomsel  mencoba memaksimalkan di LTE Pro guna memastikan layanan terbaik," kata Bob di acara jumpa media di Denpasar, Selasa (30/4/2019).

LTE TDD Massive MIMO

Yang kedua, Telkomsel menggunakan teknologi LTE TDD Massive MIMO di kanal frekuensi 2.300 MHz.

Di kanal ini, Telkomsel memiliki spektrum selebar 30 MHz. Kelebihan LTE TDD Massive MIMO adalah bisa menampung kapasitas pengguna lebih banyak dan pengalaman yang konsisten.

Baca juga: Tiga Sebab Turunnya Industri Telekomunikasi di 2018 menurut Telkomsel

Teknologi LTE TDD Massive MIMO sudah diuji coba Telkomsel di beberapa ajang internasional di Indonesia, seperti Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang dan IMF World Bank Summit di Bali pada 2018 lalu.

Saat ini, Telkomsel telah menggelar teknologi tersebut di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Batam, Banjarmasin, Makassar, dan Surabaya.

LTE LAA

Kemudian terakhir adalah teknologi LTE LAA (Licensed Assisted Access). Teknologi ini menyerupai carrier aggregation (CA), yang pada intinya adalah penggabungan kanal.

Baca juga: Telkomsel Belum Mau Matikan 2G Karena Pelanggannya Masih Banyak

Hanya saja, kanal yang digabungkan adalah kanal LTE licensed band dengan WiFi 5 GHz. Telkomsel telah menguji coba teknologi ini pada September 2018. Saat itu, Telkomsel mengombinasikan LTE di frekuensi 1,83 GHz dengan WiFi 60 MHz di kanal 5 Ghz.

"Waktu itu kami bisa mencapai kecepatan downlink hingga lebih dari 800 Mbps," tutur Bob.

Untuk teknologi LAA ini perizinannya masih dalam proses. Telkomsel berharap jika sudah keluar izinnya, mereka bisa merealisasikan LTE LAA di area-area yang padat trafiknya, sehingga pelanggan bisa mendapatkan pelayanan yang konsisten.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X