Xiaomi Bantah Angka Penjualan Ponsel yang Dirilis Lembaga Riset

Kompas.com - 05/05/2019, 11:39 WIB
Logo Xiaomi terpajang di kantor pusat Xiaomi Indonesia yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.YUDHA PRATOMO/KOMPAS.com Logo Xiaomi terpajang di kantor pusat Xiaomi Indonesia yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, sejumlah lembaga riset pasar memprediksi jumlah penjualan smartphone Xiaomi dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2019.

Menurut lembaga riset IDC, Xiaomi berhasil menjual sebanyak 25 juta unit smartphone. Capaian ini turun 10 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2018, yakni 27,8 juta unit.

Sementara menurut lembaga Strategy Analytics, Counterpoint Research dan Canalys, Xiaomi disinyalir menjual sebanyak 27,5 juta, hingga 27,8 juta unit smartphone.

Namun, Xiaomi tersebut mengklaim bahwa hasil penelitian dari lembaga riset tersebut tidaklah tepat.

Xiaomi, pada kuartal pertama 2019 ini, mengklaim bahwa telah berhasil menjual lebih dari dari 27,5 juta unit smartphone. Xiaomi pun menuding bahwa sejumlah lembaga riset tersebut "tidak akurat dan tidak adil".

Baca juga: 9 Tahun Xiaomi, Ini Deretan Ponsel Inovatif yang Pernah Dibikin

Dikutip KompasTekno dari South China Morning Post, Minggu (5/5/2019), kendati demikian angka tersebut baru sebatas klaim sepihak dari Xiaomi. Juru bicara Xiaomi pun enggan untuk memberikan komentar lebih lanjut terkait kabar ini.

Pernyataan tersebut dilontarkan Xiaomi di tengah kondisi pasar smartphone yang kian jenuh dan menurun.

Meski kini berada di peringkat keempat sebagai vendor smartphone dengan jumlah pengiriman paling besar, angka pengiriman Xiaomi pun merosot dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca juga: 5 Besar Penguasa Pasar Smartphone Dunia di Kuartal Pertama 2019

Meski berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 28,6 persen di wilayah India, Xiaomi justru tidak berkutik di kandangnya sendiri. Di China, penjualan Xiaomi turun hingga lebih dari 34 persen dalam periode yang sama.

Sementara dii Hong Kong, Xiaomi resmi melantai di bursa saham sejak Juli 2018 lalu setelah melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana, vendor smartphone China itu mencatatkan namanya dengan nilai valuasi mencapai Rp 776 triliun.

Kala itu, Xiaomi melepas sahamnya dengan harga 17 Hong Kong Dollar (HKD) atau sekitar Rp 31.042 per lembar saham. Nilai valuasi Xiaomi di bursa saham sempat diprediksi akan mencapai Rp 1.000 triliun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X