Indonesia Jadi Pasar Smartphone Paling Subur se-Asia Tenggara

Kompas.com - 09/05/2019, 11:33 WIB
Ilustrasi ponsel tuashutterstock Ilustrasi ponsel tua
JAKARTA, KOMPAS.com - Pangsa pasar smartphone Indonesia tumbuh sangat cepat. Lembaga periset pasar Canalys mencatat, terjadi pertumbuhan 17 persen dari tahun 2017 ke 2018.

Angka ini menjadikan Indonesia sebagai pasar smartphone paling subur, atau dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, laporan yang juga dibuat oleh Canalys menyebut pasar smartphone Thailand justru turun 13 persen, di periode kuartal IV-2018.

 
" Smartphone market di Indonesia sudah paling bagus-lah di Asia Tenggara. Kalau kata Canalys, Indonesia itu rising star pasar samrtphone di Asia Tenggara," jelas Yudistira Nugroho, Senior Industri Analis Tech & Telco Google Indonesia, Rabu (8/5/2019). 
 
Pertumbuhan pangsa pasar smartphone di Indonesia diklaim mencapai hampir 20 persen dari tahun ke tahun. Ada beberapa alasan yang mendorong pertumbuhan pasar smartphone di Indonesia. Utamanya dari pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup. 

Baca juga: Mau Ganti Smartphone Baru, Perhatikan Hal-hal Berikut Ini

 
"Orang Indonesia itu kalau punya duit lebih, sekarang fokusnya bukan di kebutuhan pokok atau sekunder, tapi ke kebutuhan tersier. Ini salah satu laporan dari Nielson juga, kalau orang Indonesia punya uang lebih, mereka lebih spending ke gaya hidup," tutur Yudis.
 
Ia juga mengungkapkan, survei perilaku pencarian smartphone saat Ramadhan yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Hasilnya, pencarian ponsel flagship cukup tinggi saat tunjangan hari raya (THR) tiba.
 
"Ternyata pada saat THR, growth dari smartphone flagship lebih tinggi peak-nya dari smartphone mid atau low," jelas Yudis.
 
Selain itu, banyaknya merek baru yang bermunculan serta merek lama yang terus berinovasi menelurkan fitur baru, juga mendorong pasar ponsel di Indonesia.
 
Kendati demikian, Yudi menyebut 55 persen calon pembeli justru dibuat pusing oleh banyaknya merek dan model ponsel yang ada saat ini.
 
Masih dari survei yang sama, pembelian smartphone terbesar ternyata masih berasal dari sektor offline. Sebesar 69 persen pembeli lebih memilih toko offline dibanding online untuk membeli smartphone. 

Baca juga: Orang Indonesia Banyak Beli Smartphone di Gerai Offline

 
Alasannya, menurut Yudis, calon pembeli masih membutuhkan pengalaman langsung sebelum memutuskan untuk membeli smartphone.
 
Kendati demikian, menurut survei Google, pertumbuhan pembeliam online juga tumbuh cukup pesat. Pertumbuhannya dari tahun lalu dikatakan mencapai 30 persen.
 
"Online itu 30 persen udah growth kenceng sih. Mungkin bisa dikatakan double dari tahun 2017 ke tahun 2019," jelas Yudis.




Close Ads X