Kembangkan AI, Qlue Perkuat Fondasi sebagai Pendukung "Smart City"

Kompas.com - 10/05/2019, 11:33 WIB
Qlue ingin kembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning. MICO DESRIANTO/Kompas.comQlue ingin kembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning.
|
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com – Qlue, sebagai aplikasi penyalur aduan masyarakat kepada pemerintah tengah memperkuat fondasinya sebagai wadah pemberi solusi kota cerdas ( smart city).

Didukung perusahaan teknologi, Nvidia, saat ini Qlue tengah mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning.

"Langkah ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan aplikasi," ujar CEO Qlue, Rama Raditya kepada Kompas.com, Kamis (9/5/2019).

Dengan adanya dukungan tersebut, lanjut Rama, Qlue ingin berekspansi dan menjadi yang terdepan dalam solusi serta ekosistem smart city di Indonesia.

Sebagai informasi, Qlue menjadi satu dari 15 aplikasi di Indonesia yang terpilih Nvidia untuk masuk di Nvidia Inception Program. Ini adalah sebuah program akselerator untuk mengembangkan perusahaan rintisan teknologi AI dan deep learning.

"Program Nvidia Inception ini akan mempercepat upaya membentuk smart city di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi AI dan deep learning,” sambung Rama.

Setiap startup yang tergabung pada program tersebut akan mendapatkan benefit yang berkelanjutan, sebut saja pelatihan dari pakar, program bantuan hardware serta dukungan pemasaran.

"Dukungan ini diharapkan akan mengoptimalkan teknologi Qlue sebagai bagian dari solusi smart city," papar Rama.

Potensi teknologi yang dimaksud Rama adalah QlueVision yang merupakan contoh inovasi teknologi dari Qlue berbasis AI dan deep learning.

Menilik fungsinya, QlueVision dapat mengidentifikasi perilaku serta wajah manusia, menghitung jumlah kendaraan bahkan identifikasi plat nomor kendaraan.

"QlueVison telah membantu berbagai pemerintahan daerah, instansi pemerintah, dan perusahaan untuk bekerja lebih efisien,” ujar Rama.

Perlu diketahui, aplikasi Qlue saat ini telah digunakan oleh 15 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia sejak pertama kali digunakan di Jakarta dengan mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2016.

Diwartakan Kompas.com (28/03/2019), Qlue masih menjadi andalan bagi warga Jakarta untuk mengadukan masalah perkotaan yang mereka temui sehari-hari. Sebesar 90 persen aduan masyarakat Jakarta yang ditampung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disalurkan melalui Qlue.

Persentase aduan lewat Qlue yang ditindaklanjuti pun cukup tinggi, yaitu berada di angka 87 persen dengan nilai rata-rata bintang empat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X