Ingin Beli Ponsel Baru, Orang Indonesia Butuh 14 Hari untuk Pikir-pikir

Kompas.com - 13/05/2019, 18:22 WIB
Seorang calon pembeli smartphone di gerai Erafone di Jakarta. KOMPAS.com/Reska K. NistantoSeorang calon pembeli smartphone di gerai Erafone di Jakarta.

JAKARTA,KOMPAS.com - Orang Indonesia membutuhkan waktu setidaknya 14 hari sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli smartphone. Temuan itu diungkap Google dalam riset Smartphone Insight 2019.

"Waktu pertimbangan sebelum membeli smartphone sekitar 2 minggu dengan dimulai dengan riset, dilanjutkan dengan membandingkan spesfikasi, dan melihat review," jelas Yudistira Nugroho, Senior Industry Analyst Tech & Telco Google Indonesia, Rabu (8/5/2019).

Yudis mengatakan, hari pertama akan dilakukan untuk riset melalui mesin pencarian tentang ponsel apa yang ingin dibeli.

"Biasanya meraka memasukkan kata kunci seperti "ponsel harga murah" atau sebagainya. Sebanyak 71 persen mengatakan, merek yang belum terpikirkan, jadi mulai dipertimbangkan setelah riset," lanjut Yudis.

Baca juga: Orang Indonesia Banyak Beli Smartphone di Gerai Offline

Setelah menemukan beberapa pilihan, calon pembeli akan membandingan spesifikasi dan harga di hari ke-1 hingga hari ke-13. Menurut Yudis, situs komparasi perbandingan ponsel banyak menjadi rujukan ketimbang situs resmi dari vendor ponsel.

Survey membuktikan, 64 persen konsumen merasa terbantu dengan situs komparasi. Setelah membandingkan secara teks, calon pembeli akan meriset secara visual melalui kanal gadget yang mudah ditemui di YouTube.

"Secara growth, kata kunci "review" naik 40 persen di YouTube pada tahun 2018, termasuk untuk smartphone," ungkap Yudis.

Pertumbuhan ini didukung oleh variasi konten yang ada, mulai dari review ponsel murah, unboxing, ponsel khusus gaming, dan sebagainya. Yudis juga mengatakan, banyak konsumen mencari promosi, termasuk bundling, untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Orang Indonesia Banyak Beli Smartphone di Gerai Offline

Menurut survei Google, pencarian ponsel bundling meningkat 20 persen pada 2018. Setelah melakukan riset dan perbandingan, konsumen biasanya telah memutuskan di hari ke-14. Mereka akan memburu gerai offline yang pangsa pasarnya masih 69 persen di Indonesia.

"Salah satu alasannya (offline masih besar), orang itu masih butuh personal touch (pengalaman memegang produk langsung) karena ini kan termasuk barang mahal," ujar Yudis.

Gerai offline juga menjadi tujuan bagi konsumen yang memburu ponsel bundling dengan operator tertentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X