Ini Topik dan Tagar yang Ramai di Instagram saat Ramadhan

Kompas.com - 15/05/2019, 08:06 WIB
Ilustrasi Instagram Stories.Istimewa Ilustrasi Instagram Stories.

JAKARTA, KOMPAS.com - Instagram membeberkan beberapa topik dan tagar yang ramai dibicarakan selama Ramadhan. Instagram menyebut, topik seputar keluarga dan teman, travel, makanan, dan belanja online ramai dibicarakan selama Ramadhan.

"Tema yang ada hubungannya dengan keluarga, engagement-nya tinggi banget. Insight ini enggak cuma saat ramadan, tapi dua minggu sebelum sudah mulai," jelas Aldo Rambie, Client Partner Facebook dan Instagram Indonesia dalam acara di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Lebih spesifik lagi, Aldo mengatakan topik seputar travel dan belanja online banyak dibicarakan setelah jam-jam sahur hingga pukul 12.00-14.00. Kedua topik itu perlahan akan digantikan oleh topik mengenai keluarga dan makanan jelang waktu berbuka puasa.

Topik ini laris manis menjadi obrolan pengguna Instagram Indonesia, hingga puncaknya pada H-7 jelang lebaran, menurut data internal Instagram pada 2018 lalu.

Baca juga: Beredar Iklan Penipuan Ikea di IG Stories, Ini Kata Instagram

"Menurut saya cukup logis ya, pagi hari mencari online shop dan travel agar tidak mengganggu puasa kita agar tidak terpikir makanan, tapi menjelang berbuka baru mulai ramai membicarakan topik makanan, keluarga, dan teman," tandas Aldo.

Aldo menambahkan, data ini bisa menjadi patokan bagi konten kreator, khususnya pemilik akun bisnis untuk mengunggah konten pada jam-jam tersebut. Mereka juga bisa menambahkan tagar populer selama bulan puasa 2019 ini.

Kelima tagar tersebut adalah #selamatberpuasa, #tokoparselmurah, #happyfasting, #sepatumuslimahsporty, atau #semangatpuasa agar lebih menjangkau lebih banyak sasaran.

"Ini memang bukan tagar teratas, tapi pertumbuhannya meningkat saat Ramadhan ini, dan bisa jadi pertimbangan teman-teman untuk postingan di bulan ini", imbuh Aldo.

Menurut Aldo, meski algoritma Instagram sudah lagi tidak kronologis dalam menampilkan linimasa, namun cara-cara ini disebutnya masih efektif menggaet konsumen.

Sebab, algoritma masih mempertimbangkan hal-hal yang dianggap disukai pengguna, sehingga konten-konten terkait tetap akan muncul di awal.

Baca juga: Stiker Musik Instagram Stories Kenapa Belum Bisa Dipakai di Indonesia?

"Yang kami tunjukkan tadi sangat relevan dan membuktikan beberapa konten tersebut memang keluar di awal-awal (sesuai target). Machine learning akan melihat mana topik-topik yang disukai dan dikirim ke pengguna," jelasnya.

Bagi akun bisnis, Aldo menyarankan untuk memanfaatkan fitur insight lebih maksimal untuk mempromosikan bisnis di Instagram.

Ia juga menyarankan pengguna untuk menjelajah fitur tab eksplor untuk mencari konten yang disukai dengan bantuan kecerdasan buatan.

Instagram Indonesia mengklaim fitur Instagram Stories menjadi favorit selama bulan Ramadhan. Tahun lalu, penggunaan Instagram Stories naik 28 persen di bulan itu.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X