Masih Sedikit Sarjana TI Indonesia yang Jadi "Programmer"

Kompas.com - 15/05/2019, 21:07 WIB

Penelitian itu dilakukan pada bulan April lalu, melibatkan 150.000 developer TI yang tersebar di 460 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Upaya kolaboratif

Fakta lain yang ditemukan, walaupun mayoritas responden merupakan lulusan TI, namun dua dari tiga responden mengaku baru "merasa" belajar programming setelah mengikuti kursus online, seperti yang diadakan Dicoding.

Baca juga: Yuma, Programmer Usia 10 Tahun Asal Indonesia yang Dipuji Bos Apple

Dicoding mengklaim, satu dari tiga responden merasa bahwa materi yang diberikan di kelas pemula di Dicoding hampir setara dengan materi yang mereka terima selama kuliah.

"Fakta ini menunjukan bahwa perlu ada upaya kolaboratif dan kerja sama dari berbagai pihak, baik sektor industri, pendidikan, dan pemerintah untuk mengakselerasi keterampilan SDM di bidang TI di Indonesia," jelas Naren.

Dicoding sendiri menawarkan pembelajaran koding secara online melalui situs dicoding.com. Ada 19 kelas berbeda yang dibagi menjadi kelas pemula hingga mahir. Beberapa kelas bisa diambil secara gratis namun ada pula yang berbayar.

Materi yang disuguhkan di antaranya membuat aplikasi Android, membuat game, kotlin for Android, Blockchain, Java, Web, Chatbot, dan manajemen source code.

Baca juga: Mau Belajar Bikin Aplikasi Android, Ini Kelas Online dan Buku dari Dicoding

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X