Pendiri Sebut Facebook Harus Dipecah, Ini Tanggapan Zuckerberg

Kompas.com - 16/05/2019, 19:11 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Brendan Smialowski / AFPCEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.
Penulis Oik Yusuf
|

“Saat saya baca tulisannya, reaksi saya adalah apa yang dia ajukan tidak akan membantu memecahkan masalah,” ujar Zuckerberg.

Zuckerberg beralasan Facebook diperlukan sebagai perusahaan raksasa  yang sanggup membelanjakan uang miliaran dollar AS untuk mengatasi berbagai masalah, mulai dari terorisme, ujaran kebencian, hingga keamanan data.

Baca juga: 20 Skandal Facebook Sepanjang Tahun 2018

Zuckerberg antara lain mengacu pada jejaring sosialnya yang kadung marak digunakan untuk propaganda dan kampanye -termasuk menyebar hoaks dan kabar bohong lain- dalam Pemilu di berbagai negara.

Lagipula, menurut dia, isu lain yang lebih spesifik macam privasi, keamanan, misinformasi, dan kebebasan berpendapat tak akan bisa dipecahkan dengan memisah perusahaan. Malahan, hal tersebut akan menyulitkan penanganan sang jejaring sosial.

Berkebalikan dengan pandangan Hughes, ukuran Facebook yang sudah meraksasa, lanjut Zuckerberg, sebenarnya justru menguntungkan buat publik, karena besarnya dana yang tersedia untuk menangani berbagai macam masalah.

“Anggaran kami untuk soal keamanan tahun ini lebih besar daripada seluruh pendapatan perusahaan saat go-public di awal dekade ini,” kata Zuckerberg.

“Hal tersebut dimungkinkan karena kami telah membangun bisnis sukses. Kami berinvestasi lebih banyak untuk keamanan dibanding siapa pun lainnya di ranah media sosial,” imbuhnya.

VP Global Affairs and Communications Facebook, Nick Clegg turut bersuara. Dia mengatakan undang-undang anti-trust bukan dimaksudkan untuk mendongkel sebuah perusahaan karena terlalu besar, tapi melindungi konsumen dengan ketersediaan barang dan jasa berkualitas tinggi dengan harga rendah.

Alih-alih dipecah, Clegg berpendapat pemerintah-pemerintah di berbagai negara tempat Facebook beroperasi seharusnya menerapkan regulasi tambahan untuk bantu mengatur Facebook dalam empat hal, yakni perihal peredaran konten berbahaya, integritas pemilu, privasi, dan kemanan data.

Baca juga: Bos Facebook Minta Bantuan Pemerintah untuk Atur Media Sosial

Memecah Facebook pun menurut Clegg bukan jalan keluar. Facebook dipandangnya tak sedominan yang terlihat, karena masih ada kompetitor-kompetitor lain yang juga perusahaan raksasa. Dia menunjuk WeChat, Tencent, dan Sina asal China sebagai contoh.

“Siapapun yang khawatir soal tantangan yang kita hadapi di dunia online harus berupaya membetulkan peraturan di internet, bukannya melucuti perusahaan Amerika yang sukses,” ujar Clegg.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X