Impian Huawei Melibas Samsung Terancam Kandas Gara-gara Google

Kompas.com - 21/05/2019, 14:20 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Akhir tahun lalu setelah sukses menyalip Apple di urutan kedua, CEO Huawei Richard Yu sesumbar bahwa perusahaannya bakal melibas Samsung untuk merebut predikat sebagai pabrikan smartphone nomor 1 di dunia.

"Tahun depan, kami akan pepet nomor satu, mungkin kami akan setara dengan Samsung. Pada akhirnya di tahun depannya lagi, kami akan merebut peluang menjadi nomor satu di tahun 2020," ungkap Yu kala itu.

Baca juga: 2 Tahun Lagi, Huawei Ingin Lengserkan Samsung

Namun kini impian tinggal impian. Target Huawei terancam buyar karena Google memutuskan untuk mencabut lisensi OS Android besutannya dari tangan pabrikan China itu, sebagai respon atas masuknya nama Huawei dalam blacklist perdagangan AS.

Ini artinya smartphone Huawei tidak bisa lagi menggunakan OS Android yang dikembangkan oleh Google, termasuk update software, versi OS terkini, juga  layanan-layanan Google yang identik dengan sistem operasi Android, seperti Play Store, Gmail, Maps, dan sebagainya.

Huawei pun bakal terpaksa bergantung pada Android versi publik (Android Open Source Project, AOSP) sebagai sistem operasi yang tak memiliki aneka layanan Google tadi.

Baca juga: Google Akan Cabut Lisensi Android Smartphone Huawei

Menurut perwakilan firma riset Canalys, Nicole Peng, langkah penyetopan lisensi ini bisa menghentikan ambisi Huawei untuk mendongkel Samsung di posisi teratas.

"Ini (lisensi) bakal menjadi 'pembunuh instan' bagi ambisi Huawei untuk menyalip Samsung di pasar Global," ujar Peng sebagaimana dikutip KompasTekno dari CNBC, Selasa (21/5/2019).

Ia berkata demikian bukan tanpa alasan. Berdasarkan riset firmanya, pada kuartal pertama 2019, sebanyak 49 persen smartphone Huawei dipasarkan di luar China.

Nah, tak seperti konsumen China yang sejak awal memang tidak bergantung pada layanan Google, konsumen luar China membutuhkan ekosistem Android lewat Play Store.

Tanpa layanan-layanan yang banyak digunakan oleh publik di luar China ini, ponsel Huawei seolah kehilangan gigi dan kecil kemungkinannya untuk menarik minat konsumen. Setengah dari keseluruhan penjualan smartphone Huawei pun terancam.

Baca juga: Bagaimana Nasib Smartphone Huawei Jika Google Tarik Lisensi Android?

Huawei sebenarnya sudah menyiapkan OS sendiri sebagai langkah antisipasi imbas dari perang dagang dengan AS. Namun, OS ini diragukan bisa menyamai Android Google.

Direktur riset Counterpoint Research Neil Shah mengatakan bahwa Huawei nantinya harus mengandalkan toko aplikasi pihak ketiga untuk konsumen di luar China karena tak ada Google Play Store di ponselnya. Ini bisa menimbulkan masalah bagi pengguna.

"Selain tak memiliki aplikasi yang tersedia di Play Store kualitas aplikasinya (di ponsel Huawei) mungkin juga kurang, di samping kurang aman karena tidak disaring oleh Google dan tak ada patch keamanan bulanan dari Google,"ujar Shah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X