Huawei Siapkan "Hongmeng" untuk Pengganti Android

Kompas.com - 22/05/2019, 10:22 WIB
Takik mungil sebagai rumah kamera depan beresolusi 32 megapiksel. bukaan f/2.0Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi Takik mungil sebagai rumah kamera depan beresolusi 32 megapiksel. bukaan f/2.0

KOMPAS.com - Perang dagang antara pemerintah AS dan China membuat Huawei berpotensi kehilangan lisensi sistem operasi Android miliknya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, vendor smartphone asal China ini kabarnya tengah mempersiapkan sistem operasi yang dibuat secara mandiri.

Sistem operasi tersebut diketahui bernama Hongmeng. Menurut salah seorang sumber terdekat, sistem operasi ini sudah dikembangkan oleh Huawei sejak tahun 2012 lalu.

Sumber tersebut juga menduga bahwa Huawei sebenarnya telah menggunakan sistem operasi ini di dalam ponselnya secara diam-diam.

Kendati demikian sumber tersebut tidak mengonfirmasi apakah nama "Hongmeng" akan menjadi nama resmi OS buatannya atau hanya berupa nama kode.

Dikutip KompasTekno dari Huawei Central, Rabu (22/5/2019), hingga saat ini Huawei masih tutup mulut terkait kabar tersebut.

Pada Maret lalu, CEO Huawei Consumer Business Group, Richard Yu mengatakan bahwa Huawei memang tengah mengembangkan sebuah sistem operasinya sendiri untuk mengantisipasi dampak buruk atas perang dagang antara AS dan China.

Prediksi Richard Yu itu kemudian terbukti ketika beberapa waktu lalu, pemerintah AS melarang Huawei membeli komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS.

Jika Huawei ingin membeli komponen tertentu dari perusahaan AS, Huawei harus mengajukan izin kepada pemerintah AS untuk membeli komponen tersebut.

Alhasil, Huawei berpotensi kehilangan lisensi sistem operasi Android yang dibuat oleh Google.

Baca juga: 8 Fakta Penangguhan Lisensi Android Ponsel Huawei

Kendati demikian, Huawei masih memiliki kesempatan untuk menggunakan sistem operasi Android meski telah kehilangan lisensi. Pasalnya, Android merupakan sistem operasi terbuka (open-source) yang berbasis komunitas.

Hanya, aplikasi buatan Google lain, seperti Gmail, Chrome, dan Play Store, tidak akan dapat digunakan di smartphone Android karena layanan tersebut memerlukan perjanjian komersial antara Huawei dan Google.

Baca juga: Impian Huawei Melibas Samsung Terancam Kandas Gara-gara Google

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X