Periset Samsung Temukan Cara Sulap Foto Jadi Video

Kompas.com - 26/05/2019, 03:45 WIB
Tangkapan layar video yang dikreasi tim riset Samsung dengan teknologi baru mereka The Next WebTangkapan layar video yang dikreasi tim riset Samsung dengan teknologi baru mereka

KOMPAS.com - Peneliti dari pusat riset Samsung di Moskow, Rusia menemukan cara baru menyulap foto menjadi video. Cara ini agak sedikit berbeda dengan software deepfake yang membutuhkan banyak gambar dari subyek yang sama untuk membuat klip palsu.

Periset Samsung hanya membutuhkan satu foto saja yang dibantu dengan teknologi kecerdasan buatan. Temuan itu disebut tim Samsung dengan nama "realistic neural talking heads".

Sesuai namanya, sistem ini akan membuat sebuah foto wajah seolah-olah berbicara dengan gerakan wajah yang terlihat lebih realistik. Sistem ini menggunakan tahapan meta-learning yang sangat panjang.

Baca juga: Video Porno Palsu "Deepfake" Mengancam Perempuan di Internet

Sistem akan mempelajari banyak video untuk menentukan bagaiama wajah manusia bergerak.
Data ini kemudian diaplikasikan untuk membuat foto tetap (still) menjadi video realistik.

Secara spesifik, setidaknya ada tiga tahap yang harus dilalui. Pertama, sistem akan membuat "embedded network" yang terhubung dengan frame yang terkait dengan landmark alias ciri khas di wajah atau sektsa wajah dengan vektor.

Dari data itu, sistem akan membuat "generator network" untuk memetakan landmark ke video buatan. Terakhir, discriminator network akan memindai kerealistikan dan pose dari frame yang dihasilkan.

Tahapan mengubah foto menjadi video dengan sistem baru yang ditemukan tim riset SamsungThe Next Web Tahapan mengubah foto menjadi video dengan sistem baru yang ditemukan tim riset Samsung

Agak berbeda dengan video dari software deepfake, hasil video dari sistem ini mengurangi beberapa detail. Salah satu yang paling terlihat dari demo video yang ditampilkan adalah saat mengubah foto aktris dan penyanyi legendaris Marilyn Monroe.

Tampak dari hasil rendering video, tahi lalat ikonik sang diva menghilang saat berbicara. Hal itu dikarenakan video sintesis tersebut dimiripkan dengan siapapun yang menjadi acuan gerakan wajah, tidak harus subyek yang sama.

Itu lah mengapa pada video Mona Lisa yang juga muncul di video demo, gambar yang bergerak seakan seperti orang yang berbeda.

Baca juga: Smartphone Kekinian Dilengkapi AI, Apa Gunanya?

Tim riset Samsung mengatakan, penemuan terbaru mereka bisa diaplikasikan untuk multimedia seperti telepresence, vidoeconference, dan game multi player, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Minggu (26/5/2019).

Kemampuan AI untuk membuat video palsu macam ini belakangan menjadi sorotan karena bisa dipakai untuk menyebarkan kabar bohong. Misalnya, dengan membuat video porno yang seolah-olah dibintangi selebriti, atau memalsukan rekaman video tokoh politik. 

Baca juga: Artificial Intelligence Bisa Bikin Video Porno Artis Beken

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X