Kompas.com - 02/06/2019, 19:17 WIB
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

Awalnya jumlah pegawai kontrak lebih sedikit dibanding karyawan tetap, tapi lambat laun proporsinya menjadi lebih besar. Seorang karyawan Google mengisahkan 10 tahun lalu jumlah karyawan kontrak hanya sepertiga dari total tenaga kerja sang raksasa internet.

Google sendiri memang memiliki istilah untuk mereka yang bekerja di perusahannya namun bukan berstatus sebagai pegawai tetap, yaitu "TVC", singkatan dari "temps, vendors, and contractors" (pegawai sementara, vendor, dan kontraktor).

Sementara, pegawai tetap mereka disebut dengan istilah "Googlers". Gaji dan benefit yang diperoleh antara Googlers dengan TVC berbeda. Para TVC, misalnya, tidak dibolehkan menghadiri pesta liburan atau meeting besar yang digelar perusahaan.

Pegawai kontrak Google juga tidak diizinkan melihat posting lowongan pekerjaan internal ataupun ikut serta dalam jobfair perusahaan.

Sistem "kasta" demi irit

Alasan Google merekrut banyak pegawai kontrak konon tak jauh-jauh dari motivasi untuk mengirit pengeluaran. OnContracting, sebuah situs untuk mencari lowongan pekerja kontrak, memberikan gambaran penghematannya. 

OnContracting menaksir bahwa sebuah perusahaan teknologi di Amerika Serikat rata-rata bisa menghemat pengeluaran hingga 100.000 dollar AS (Rp 1,4 miliar) per tahun per orang apabila mempekerjakan pegawai kontrak, alih-alih karyawan tetap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengiritannya berasal dari gaji dan benefit pegawai kontrak yang lebih rendah. Pengelola OnContracting Pradeep Chauhan tak menampik bahwa sistem kontrak menimbulkan kesenjangan di antara para karyawan perusahaan.

"Ini (sistem pegawai kontrak) menciptakan sistem kasta di dalam perusahaan," ujar Chauhan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari New York Times, Minggu (2/6/2019).

Baca juga: Ribuan Karyawan Google Berunjuk Rasa, Ada Apa?

Praktek di atas, menurut OnContracting, sudah lazim dilakukan oleh perusahan-perusahan teknologi di Silicon Valley -bukan hanya Google saja. OnContracting memperkirakan 40-50 persen dari tenaga kerja di perusahaan teknologi rata-rata adalah pegawai kontrak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.