PUBG Mobile Dinobatkan Jadi Game "Terkaya" di Dunia

Kompas.com - 13/06/2019, 10:08 WIB
Peta baru Vikendi sudah bisa diunduh di PUBG Mobile versi Android dan iOS. PC GamesN Peta baru Vikendi sudah bisa diunduh di PUBG Mobile versi Android dan iOS.

KOMPAS.com - Game populer keluaran Tencent, Player Unknown's Battleground (PUBG) Mobile kian mendulang pundi-pundi.

Menurut laporan yang diterbitkan firma riset Sensor Tower, pendapatan PUBG Mobile mencapai angka 146 juta dollar (sekitar Rp 2 triliun) pada bulan Mei lalu.

Angka tersebut meningkat 126 persen dari pendapatan di bulan April 2019 yang tercatat sebesar 64,6 juta dollar AS.

Perlu diketahui, total pendapatan di bulan Mei ini sendiri merupakan akumulasi dari dua game besutan Tencent, yaitu PUBG Mobile itu sendiri dan juga satu game "kloningan" berjudul Game for Peace.

PUBG Mobile meraup keuntungan sebesar 76 juta dollar AS sementara PUBG versi China yaitu Game for Peace mendulang profit sekitar 70 juta dollar AS.

Ini pun kemudian disebut Sensor Tower sebagai jumlah pendapatan tertinggi PUBG Mobile sejak pertama kali game ini dirilis, sekaligus menjadikannya game paling laris di pasaran. PUBG Mobile tercatat hingga kini sudah dimainkan 100 juta orang tiap bulannya.

Baca juga: PUBG Mobile Dimainkan 100 Juta Orang Per Bulan, Indonesia Terbesar Kedua

PUBG Mobile memang sejatinya gratis dimainkan. Pundi-pundi ini diraup Tencent lewat item-item kosmetik di dalam game (baju, sepatu, topi, dan sebagainya) yang dibeli oleh pemain, serta fitur premium yang bisa pemain nikmati jika mereka membayar sejumlah uang.

Dari sinilah Tencent meraup keuntungan. Bisa dikatakan, pada bulan Mei lalu, pemain dari kedua game tersebut menghabiskan sekitar 4,8 juta dollar AS per harinya.

Game for Peace

Sebagai informasi, Game for Peace yang juga dirilis bulan Mei ini memang sangat mirip PUBG Mobile. Hanya saja game ini dibuat khusus pasar China.

Yang membedakan PUBG Mobile dan Game for Peace adalah absennya efek "darah" di dalam game, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheVerge, Kamis (13/6/2019)

Di dalam Game for Peace, pemain yang "dibunuh" juga tidak hilang begitu saja. Sebelum meninggalkan permainan, mereka akan "melambaikan tangan" dan memberikan "senjata" mereka sebagai isyarat bahwa mereka menyerah.

Untuk diketahui, pada PUBG Mobile, pemain akan langsung hilang sesaat mereka "ditembak mati" oleh pemain lain.

Tencent sendiri membedakan game PUBG Mobile untuk kawasan China lantaran ingin menyesuaikan elemen di dalam game dengan budaya dan peraturan di China.

Dengan hadirnya game ini, maka bisa dikatakan pendapatan Tencent secara global untuk game PUBG Mobile kini bisa diakumulasikan dengan pendapatan di kawasan China lewat Game for Peace.

Sebab, selain dikeluarkan oleh Tencent, game itu memang memiliki mekanisme yang sama namun dengan judul yang berbeda.

Baca juga: PUBG Mobile Kedatangan Fitur Membatasi Jam Main, Begini Caranya




Close Ads X