Negara Mana yang Pengguna Ponselnya Paling Rakus Kuota Data Internet?

Kompas.com - 23/06/2019, 12:16 WIB
Ilustrasi smartphoneShutterstock Ilustrasi smartphone

KOMPAS.com - Ericsson baru saja merilis laporan terbarunya tentang penggunaan perangkat mobile untuk edisi bulan Juni 2019.

Dalam laporan berjudul Ericsson Mobility Report June 2019 itu, Ericsson turut mengungkap negara mana yang pengguna ponselnya paling rakus mengonsumsi kuota data internet seluler sepanjang 2018.

Negara dimaksud adalah India. Para pengguna ponsel di negeri tersebut menghabiskan rata-rata 9,8 GB kuota data internet mobile tiap bulan tahun lalu. Sebagai catatan, "India" di sini mencakup India, Nepal, dan Bhutan.

Baca juga: Cara Menghemat Kuota Data Internet di Android

"Peningkatan pelanggan LTE, penawaran data yang menarik oleh operator, dan perubahan konsumi data oleh para anak muda yang kini hobi menonton video, mempengaruhi pertumbuhan penggunaan data (di kawasan India)," tulis Ericsson dalam laporannya.

Dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Minggu (23/6/2019), tingginya tingkat konsumsi data di India turut didukung oleh harga kuota data internet mobile di sana yang relatif murah

Grafik konsumsi data di beberapa negara menurut laporan Ericsson Monility Reports bulan Juni 2019Ericsson Grafik konsumsi data di beberapa negara menurut laporan Ericsson Monility Reports bulan Juni 2019

Salah satu operator seluler baru di India, Reliance Jio, membanderol harga paket data 149 rupee (Rp 30.000-an) untuk 1,5 GB yang aktif selama 28 hari.

Ericsson memprediksi peningkatan konsumsi data di India pada tahun 2024 bakal mencapai 18 GB.

Di Asia Tenggara, konsumsi data rata-rata per bulan mencapai 3,6 GB pada tahun 2018 yang diprediksi meningkat hinga 17 GB per bulan  pada tahun 2024.

Baca juga: Sebulan, Berapa Banyak Kuota Internet yang Dihabiskan Orang Indonesia?

Ericsson memprediksi lonjakan tajam konsumsi data pada 2024 akan terjadi di wilayah Amerika Utara. Pada tahun 2018, Amerika Utara mengonsumsi data rata-rata 7 GB per bulan dan akan naik hingga 39 GB rata-rata per bulan pada tahun 2024.

Peningkatan ini akan dipengaruhi oleh penguatan ekonomi, bergulirnya jaringan 5G yang cepat, serta konten dan aplikasi yang lebih inovatif.

Secara global, Ericsson mengatakan peningkatan konsumsi data terjadi karena makin mutakhirnya kapabilitas perangkat, harga kuota data yang semakin murah, dan peningkatan konten yang intensif data.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X