Beda Harga Rp 300.000, Ponsel Xiaomi "BM" Masih Banyak Diburu

Kompas.com - 24/06/2019, 09:14 WIB
Xiaomi Redmi Note 7 Black Market di salah satu pusat perbelanjaan elektronik di Jakarta.KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi Xiaomi Redmi Note 7 Black Market di salah satu pusat perbelanjaan elektronik di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ponsel ilegal alias black market (BM) masih merajalela di gerai-gerai ponsel di Jakarta.

Dalam penelusuran Kompas Tekno di salah satu toko elektronik terbesar di Jakarta, masih banyak gerai yang menjajakan ponsel BM atau yang awam disebut ponsel distributor.

Menurut salah satu penjual yang enggan disebut namanya, ponsel distributor masih banyak dicari.

"Iya (banyak dicari). Karena harganya lebih murah, selisihnya bisa Rp.300.000-an", ujarnya.

Ia mengaku meski ponsel distributor memiliki kelemahan pada layanan purna jual, tidak banyak pembeli yang mengeluhkan hal itu.

Baca juga: Xiaomi Indonesia Tak Lagi Layani Servis Ponsel BM

"Sudah jual banyak (ponsel BM), enggak banyak yang komplain selama ini. Kalau barangnya jelek, pasti balik sini kok", lanjutnya.

Hal itu diamini oleh salah satu pembeli yang baru saja membeli ponsel Redmi Note 7 versi distributor.

"Saya dari Redmi Note 4 sudah pakai distributor", aku pembeli yang enggan disebut namanya itu.

"Tapi selama global version, sama aja enggak ada masalah. Saya pakai Redmi Note 5A distributor juga sama (gak ada masalah)," klaim pria yang sudah menggunakan Xiaomi selama empat tahun itu.

Baca juga: Xiaomi Berhenti Bikin Ponsel Mi Max dan Mi Note

Ponsel Redmi Note 7 versi black market (BM)Wahyunanda Kusuma Pertiwi/Kompas.com Ponsel Redmi Note 7 versi black market (BM)

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X