Nokia Akan Buka "Experience Zone" untuk Jajal Produk di Indonesia

Kompas.com - 27/06/2019, 21:47 WIB
Logo Nokia bertengger di sisi depan, di sebelah unit kamera depan 8 megapiksel milik Nokia 6. Oik Yusuf/ KOMPAS.comLogo Nokia bertengger di sisi depan, di sebelah unit kamera depan 8 megapiksel milik Nokia 6.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nokia harus bersaing ketat dengan para pabrikan lain untuk merengkuh "kue" pasaran smartphone di Indonesia. Merek ponsel yang sekarang berada di bawah HMD Global ini mengatakan senjata andalannya adalah pemasaran offline.

Country Manager HMD Global Indonesia, M Taufik Syahbuddin mengatakan pihaknya sedang bersiap melakukan langkah baru dalam rangka upaya pemasaran luring.

"Kedepannya, kami akan menyiapkan experience zone sehingga konsumen bisa mencoba dan merasakan produk terbaru kami," ujar Taufik ketika ditemui KompasTekno usai acara peluncuran Nokia 2.2 di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Nokia 2.2 Resmi Dibanderol Rp 1,8 Juta di Indonesia

Menurut Taufik, kontribusi penjualan melalui gerai luring masih sangat besar. Ia mengatakan, 90 persen penjualan Nokia berasal dari toko offline.

Country Manager HMD Global Indonesia, M Taufik Syahbuddin.KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWI Country Manager HMD Global Indonesia, M Taufik Syahbuddin.
Nokia menggandeng dua distributor besar, yakni Erajaya Group dan Parastar Group, sebagai rekanan pemasaran offline. Taufik mengklaim jangkauan produk Nokia sudah meluas di Indonesia.
   
"Dari segi channel, cakupan kami sudah ada mulai dari Aceh sampai Makassar. Di Jawa itu bisa dibilang hampir semua kota kunci ada," katanya.

Nokia juga akan menambah ketersediaan produknya di gerai offline. Semua varian Nokia yang dipasarkan di Indonesia nantinya akan bisa dijajal langsung pengguna di gerai penjual.

Kendati demikian, Nokia juga tetap bergerilya di ranah online. Utamanya dalam rangka membangun brand awareness di media sosial yang khusus menyasar kalangan milenial.

Baca juga: Huawei Berani Ditinggal Android, Bagaimana dengan Nokia?

"Di media sosial itu kami fokus di Facebook dan Instagram. Kami akan fokus bagaimana mengkomunikasikan kepada milenial tentang ponsel Nokia," lanjutnya.

Taufik mengatakan, saat ini Nokia memang masih membangun brand awareness sebagai ponsel Android One. Pihak Nokia belum mengejar target untuk masuk ke lima besar vendor papan atas tanah air.

"HMD ini kan kurang lebih baru berdiri sejak 2016, jadi kami lebih fokus ke bagaimana memperkenalkan kepada konsumen bahwa Nokia itu punya smartphone yang basisnya sistem operasi Android One," pungkas Taufik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X