Racun Sarin Terdeteksi di Markas Facebook, Empat Gedung Dievakuasi

Kompas.com - 02/07/2019, 12:09 WIB
Ilustrasi Facebook JOSH EDELSON / AFPIlustrasi Facebook

KOMPAS.com - Salah satu gedung di kantor Facebook mendadak dipenuhi petugas dari tim material berbahaya (Hazardous Material), awal pekan ini.

Laporan yang beredar menyebut sebuah paket mencurigakan ditemukan di gedung fasilitas persuratan kantor Facebook yang berlokasi di Menlo Park, Amerika Serikat.

Mesin pemindai mendeteksi paket tersebut mengandung senyawa beracun sarin. Menurut laporan dari NBC Bay Area, perwakilan Facebook mengatakan tidak ada pegawai yang terpapar zat racun itu. Para pegawai dari empat gedung telah dievakuasi.

Baca juga: Facebook Luncurkan Mata Uang Kripto Libra

"Saat ini, tiga di antara empat gedung tersebut telah aman untuk dimasuki kembali. Keamanan pegawai kami adalah prioritas," ujar perwakilan Facebook.

Menurut perwakilan Facebook, paket itu dikirimkan ke salah satu ruangan penyuratan sekitar pukul 11.00 siang waktu setempat. Tidak ada informasi yang jelas di paket itu.

Senyawa sarin terdeteksi di dalam sebuah tas surat saat sedang dilakukan pemindaian rutin. Sarin merupakan cairan sangat beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Sarin bisa menguap dalam bentuk gas, serta kerap dipakai dalam perang dan tindakan terorisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan beberapa agensi pemeritnah lain telah mendatangi kantor Facebook untuk menangani kasus tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet  Selasa (2/7/2019).

Ini bukan kali pertama perusahaan teknologi menjadi target serangan. Tahun 2018 lalu, seorang wanita menembak tiga orang di markas besar YouTube.

Baca juga: Profil Nasim Aghdam, YouTuber yang Kecewa Lalu Tembaki Kantor YouTube

Wanita itu kemudian menembak dirinya sendiri dengan senjata api yang sama. Konon, wanita yang teridentifikasi bernama Nasim Aghdam itu melakukannya karena menganggap YouTube bertindak diskriminatif terhadap dirinya.

Aghdam pernah mengunggah sebuah video pada tahun 2017 lalu dan mengatakan bahwa konten di akun YouTube miliknya disaring secara sepihak oleh YouTube. Facebook sendiri juga pernah mengevakuasi pegawainya setelah mendapat ancaman bom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.