Oppo Sebut Ponsel BM Mencederai UU Perlindungan Konsumen

Kompas.com - 08/07/2019, 09:31 WIB
Terdapat dua kamera di punggung Oppo F11 Pro. Kamera utamanya memiliki resolusi 48 megapiksel dengan lensa berbukaan f/1.8. Kamera kedua dengan resolusi 5 megapiksel (f/2.4) hanya berfungsi sebagai depth sensor untuk mengukur jarak subyek foto ke perangkat. Di bagian punggung ini juga terdapat pemindai sidik jari berbentuk bundar. KOMPAS.com/ OIK YUSUFTerdapat dua kamera di punggung Oppo F11 Pro. Kamera utamanya memiliki resolusi 48 megapiksel dengan lensa berbukaan f/1.8. Kamera kedua dengan resolusi 5 megapiksel (f/2.4) hanya berfungsi sebagai depth sensor untuk mengukur jarak subyek foto ke perangkat. Di bagian punggung ini juga terdapat pemindai sidik jari berbentuk bundar.

SOLO, KOMPAS.com - Oppo turut mendukung rencana pemerintah untuk memblokir ponsel ilegal, alias black market (BM).

Hal tersebut disampaikan PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto dalam Talk Show Pengenalan Oppo Reno Series di Solo Paragon Mal, Sabtu (6/7/2019).

Pihaknya menganggap, ponsel BM dapat mencederai Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Karena konsumen harus mendapatkan service terbaik dari vendor. Sebaliknya, vendor tidak bisa memberikan service bagi pemilik ponsel BM.

Baca juga: Oppo Garap Ponsel Baru Bernama Enco?

"Di situ kadang-kadang vendor itu bisa jadi bersalah di mata konsumen yang (membeli ponsel) BM, karena tidak melayani mereka. Tapi memang kita tidak bisa melayani mereka karena kita punya banyak konsumen yang perangkat resmi untuk kita layani dengan baik," ungkapnya.

Menurut Aryo keberadaan ponsel BM tersebut sangat merugikan Oppo, terutama dalam penjualan. Pihaknya pun mendukung pemerintah untuk memblokir ponsel BM.

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/7/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/7/2019).
Selama ini Oppo telah mengikuti aturan main yang ditetapkan pemerintah, yaitu tidak memperjualbelikan ponsel BM di Indonesia.

"Karena kita sudah mengikuti segala bentuk aturan yang ditetapkan pemerintah, tetapi masih ada barang yang nyatanya masuk dan merugikan negara kurang lebih sampai miliaran dan triliunan rupiah," tandasnya.

Baca juga: Jika Ponsel BM Diblokir, Pemerintah Diminta Permudah TKDN

Dikatakan dalam penjualan online, Oppo tetap memberikan kepercayaan terhadap konsumen mereka agar tidak salah pilih perangkat BM.

Salah satunya dengan membuka toko resmi Oppo di sejumlah e-commerce, seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli.

"Konsumen kalau mau produk Oppo di online, bisa ke toko resminya Oppo. Di situ pasti namanya sama Oppo official store. Kita jamin mereka dapat perlindungan terbaik dari kita," kata Aryo.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X