Bos Huawei Klaim OS Hongmeng Lebih Kencang dari Android

Kompas.com - 08/07/2019, 10:27 WIB
CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)Bobby Yip CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)

KOMPAS.com - Perang dagang antara pemerintah AS dan China membuat Huawei berpotensi kehilangan lisensi sistem operasi Android miliknya. Untuk mengantisipasi, Huawei mengembangkan OS mobile sendiri bernama HongMeng.

Sistem operasi HongMeng sejatinya sudah dikembangkan sejak 2012 lalu. Menurut salah seorang sumber terdekat, Huawei juga diduga sudah menggunakan sistem operasi ini secara diam-diam.

Baru-baru ini, CEO sekaligus pendiri Huawei, Ren Zhengfei mengungkap performa HongMeng. Dalam sebuah wawancara, Zhengfei sesumbar bahwa sistem operasi tersebut punya performa lebih kencang ketimbang Android.

Menurut Zhengfei, Hongmeng memiliki performa yang lebih cepat. Selain itu, sistem operasi ini juga tidak hanya dapat digunakan pada smartphone, tetap juga pada perangkat lain seperti komputer, tablet, hingga data center.

Baca juga: Donald Trump Melunak, Ponsel Huawei Bisa Pakai Android Lagi?

Dikutip KompasTekno dari GSM Arena, Senin (8/7/2019), Zhengfei bahkan juga mengklaim bahwa Hongmeng lebih cepat dari MacOS buatan Apple. Zhengfei menuturkan, hal tersebut disebabkan sistem operasi ini dapat melakukan pemrosesan dalam waktu kurang dari 5 ms.

Meski Huawei dan pemerintah AS sudah "berdamai", Zhengfei mengungkap bahwa pihaknya tidak akan berhenti mengembangkan sistem operasi tersebut.

Sebelumnya juga terdengar kabar bahwa vendor smartphone asal China lainnya seperti Xiaomi dan Oppo turut menguji coba sistem operasi ini.

Baca juga: Huawei Kirim 1 Juta Ponsel dengan OS Hongmeng Pengganti Android

Bahkan pada pertengahan Juni lalu, Huawei dikabarkan telah mengirim sebanyak 1 juta ponsel dengan sistem operasi Hongmeng. Menurut firma Rosenblatt Securities, seluruh ponsel tersebut bukan untuk dijual, melainkan dikirim ke rekanan vendor lain untuk diuji.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X