Pilot MH370 Ternyata Tetap Kendalikan Pesawat hingga Saat Terakhir

Kompas.com - 12/07/2019, 18:38 WIB
Sebuah mural untuk mengenang tragedi hilangnya Malaysia Airlines MH370 di pinggiran kota Kuala Lumpur, Malaysia. Joshua Paul/APSebuah mural untuk mengenang tragedi hilangnya Malaysia Airlines MH370 di pinggiran kota Kuala Lumpur, Malaysia.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 2014 lalu masih menjadi misteri sampai sekarang.

Dalam salah satu perkembangan terbaru, penyelidik Perancis mengungkap bahwa pilot pesawat nahas tersebut tetap memegang kendali hingga saat terakhir. Kesimpulan itu mereka dapatkan setelah mendapat akses ke data krusial penerbangan.

MH370 adalah penerbangan B777 Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Beijing, yang hilang dari radar pada 8 Maret 2014, dan hingga kini belum ditemukan. Pesawat itu mengangkut 239 orang penumpang dan awak.

Baca juga: Pilot MH370 Sempat Simulasi ke Lokasi Hilangnya Pesawat

Boeing membuka data-data penting penerbangan B777 Malaysia Airlines MH370 itu kepada tim penyelidik. Mereka juga memadukannya dengan beragam dokumen data satelit Inmarsat.

Butuh waktu sekitar satu tahun untuk menyelidiki semua informasi yang dikirim oleh Boeing, namun investigasi awal menunjukkan indikasi bahwa ada seseorang yang mengemudikan pesawat saat jatuh di Samudera Hindia.

Pada Juli 2018, tim penyelidik mengeluarkan laporan 495 halaman yang menyimpulkan bahwa pesawat kemungkinan dibelokkan dengan sengaja dari rutenya. Namun, tim penyelidik tidak bisa menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab.

Satu-satunya negara yang masih melakukan investigasi formal soal hilangnya Malaysia Airlines MH370 adalah Perancis. Dua pengacara diminta untuk mencari tahu kematian tiga penumpang asal Perancis, yakni seorang istri dan dua anak dari keluarga Ghyslain Wattrelos.

Baca juga: Ini Bukti Malaysia Airlines MH370 Sengaja Hindari Radar

Menurut keterangan yang dihimpun KompasTekno dari The Telegraph, Jumat (12/7/2019), Boeing telah memberikan akses data penting pada akhir Mei lalu di markasnya di Seattle, Amerika Serikat.

Temuan ini, menurut investigator Perancis, semakin menguatkan teori sebelumnya yang mengatakan bahwa pilot sengaja menjatuhkan pesawat dalam upaya bunuh diri.

Pengungkapan ini tak lama berselang setelah penyelidikan lain menyimpulkan bahwa pilot Malaysia Airlines MH370, Zaharie Ahmad Shah (53) secara klinis menderita depresi.

Baca juga: VIK: Memahami Pasar Smartphone di Indonesia dan Daftar Lengkap Harga Ponsel Menengah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X