Jumlah Pelanggan Netflix Berkurang, Saham Turun

Kompas.com - 19/07/2019, 17:09 WIB
Ilustrasi Netflix di smartphone.Bloomberg Ilustrasi Netflix di smartphone.

KOMPAS.com - Untuk pertama kali dalam delapan tahun, saham Netflix anjlok. Pada laporan saham Kamis (18/7/2019) lalu, saham Netflix turun 10,3 persen.

Penurunan ini disebabkan banyaknya pelanggan berbayar yang meninggalkan layanan hiburan streaming tersebut. Netflix dilaporkan kehilangan 126.000 pelanggan berbayarnya di AS. 

Dalam laporannya, Netflix mengatakan perusahaanya rugi lebih dari 16 miliar dollar AS (Rp 222 triliun). Kapitalisasi pasar Netflix kini tercatat 142,2 miliar dollar AS atau 1.976 triliun.

Pada kuartal II-2019, pendapatan Netflix melebihi 60 sen per lembar saham, dibandingkan dengan estimasi dari konsensus Refinitiv sebesar 56 sen.

Pendapatan Netflix diestimasikan sebesar 4,93 miliar dollar AS (Rp 68,4 triliun) dan yang dibukukan mencapai 4,92 miliar dollar AS (Rp 68,3 triliun).

Baca juga: Stranger Things 3 Pecahkan Rekor Netflix

Ditinggal karena harga langganan naik

Netflix kehilangan pelanggan berbayarnya di AS untuk pertama kalinya sejak 2011. Naiknya biaya berlangganan regional dan penurunan konten dituding menjadi alasan penurunan jumlah pelanggan ini.

Dilansir KompasTekno dari CNBC, Jumat (19/7/2019), rencana untuk memisahkan layanan penyewaan DVD online-nya juga menjadi penyebab. Sebagai informasi, di awal berdirinya, Netflix memiliki layanan rental DVD online.

Setelah hadir layanan streaming on-demand seperti sekarang, Netflix membanderol biaya 10 dollar AS bagi pelanggan, agar bisa menikmati dua layanan itu. Namun kemudian memisahkannya dengan dua jenis paket berbeda.

Baca juga: Cara Menghemat Pemakaian Data Internet untuk Menonton Netflix

Meski pelanggan di AS banyak yang hengkang, jumlah pelanggan berbayar global justru naik seiring ekspansi yang dilakukan Netflix. Jumlah pelanggan berbayar Netflix bertambah 2,83 juta dari estimasi 4,81 juta pelanggan.

Netflix masih memiliki harapan pada kuartal berikutnya. Mereka memprediksi akan ada tambahan 7 juta pelanggan berbayar, dan meraup pendapatan hingga 5,25 miliar dollar AS (Rp 72,9 triliun).

Beberapa serial andalannya menjadi harapan kebangkitan Netflix. Seperti "Stranger Things", "The Crown", dan "Orange is the New Black" yang akan memasuki musim penayangan baru.

 

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X