Fitur Keamanan Facebook Justru Bocorkan Nomor Ponsel?

Kompas.com - 25/07/2019, 07:55 WIB
Ilustrasi Facebook The telegraphIlustrasi Facebook

KOMPAS.com - Sistem keamanan otentikasi dua langkah atau lebih dikenal dengan two factor authentication (2FAA) digadang-gadang bisa menjaga keamanan data pengguna media sosial dari peretas.

Tapi bagaimana jadinya bila yang "meretas" adalah internal perusahaan media sosial itu sendiri? Inilah yang menjadi dugaan Komisi Perdagangan Amerika Serikat (FTC) terhadap perusahaan jejaring sosial Facebook.

Gugatan ini belum diumumkan ke publik, namun informasinya lebih dulu diperoleh dari dua orang sumber anonim yang akrab dengan masalah ini.

Fitur 2FA memungkinkan pengguna meningkatkan keamanan akun media sosialnya dengan meminta token yang dikirim Facebook melalui SMS ke nomor ponsel setiap kali pengguna melakukan log-in.

Baca juga: Facebook Resmi Didenda Rp 70 Triliun, Terbesar dalam Sejarah

FTC menduga beberapa pengiklan memanfaatkan fitur ini untuk mendapatkan nomor ponsel pengguna tanpa sepengetahuan mereka.

Tidak hanya perkara fitur 2FA, FTC juga akan menggugat Facebook karena dianggap sumir dalam menginformasikan fitur untuk menon-aktifkan facial recognition (pengenal wajah). Fitur itu dirilis akhir 2017 lalu untuk mencegah pengguna ditandai (tag) sembarangan, dengan memindai foto wajah.

Namun setelah beberapa bulan dirilis, sekitar 30 juta pengguna Facebook belum mendapatkan fitur tersebut, sebagaimana yang pernah dilaporkan Consumer Report bulan Mei 2019 lalu.

Dua masalah privasi tersebut diperkirakan akan masuk dalam agenda penyelesaian antara FTC dan Facebook yang sudah berjalan sejak awal bulan lalu, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Digital Trends, Kamis (25/7/2019).

Baca juga: Pendiri Apple Sarankan Hapus Akun Facebook

FTC sendiri baru menjatuhkan denda senilai 5 miliar dollar AS (Rp 70 triliun) atas skandal Cambridge Analytica. FTC juga meminta Facebook untuk menyerahkan pengawasan federal tentang praktik bisnisnya untuk memastikan bahwa mereka memperlakukan data pengguna dengan tepat.

Meski denda yang diberi FTC termasuk yang terbesar dalam sejarah, namun dinilai kecil dibanding pendapatan Facebook. Pendapatan Facebook pada tahun 2018 mencapai 55 miliar dollar AS (768 triliun), 10 kali lipat dari denda yang dijatuhkan FTC.

Bulan April 2019 lalu, pendapatan kuartal pertama Facebook senilai 15 miliar dollar AS (Rp 209 triliun) dan cadangan kas lebih dari 40 miliar dollar AS (559,2 triliun), menurut laporan dari New York Times.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X