iPhone Kian Terdesak oleh Ponsel-ponsel China

Kompas.com - 01/08/2019, 15:24 WIB
Suasana ITC Roxy Mas, salah satu pusat belanja ponsel terbesar di Jakarta. Kompas.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiSuasana ITC Roxy Mas, salah satu pusat belanja ponsel terbesar di Jakarta.

KOMPAS.com - Vendor ponsel asal China mendominasi lima besar produsen smartphone global. Menurut laporan terbaru dari Counterpoint Research, China menyumbang lebih dari seperempat pengapalan smartphone global ke seluruh dunia.

Angka ini sejatinya turun 9 persen dari tahun ke tahun (YoY). Selain China, Korea Selatan dengan Samsung-nya juga semakin memantapkan diri sebagai pemimpin smartphone global. Hal ini membuat iPhone semakin terhimpit karena mengalami penurunan pengapalan.

Menurut Counterpoint Research, meski masih menempati posisi ketiga, pengapalan iPhone menurun dari 41,3 juta di kuartal II tahun lalu menjadi 36,4 juta pada periode yang sama tahun ini, atau sekitar 11 persen.

Namun menurut CEO Apple, Tim Cook, tren penjualan iPhone mengalami peningkatan. Meskipun dia mengakui bahwa pengapalan dan pendapatan semakin menurun. Sebelumnya, Apple mengumumkan pendapatan iPhone turun 13,2 persen secara YoY.

Dominasi Vendor China dan Samsung

Di saat Apple semakin terdesak, ponsel China dan Samsung semakin agresif. Seperti dikatakan sebelumnya, Samsung masih merajai smartphone global dengan pangsa pasar sebesar 21,3 persen, naik dari 19,6 persen di periode yang sama tahun lalu.

Di posisi kedua dihuni Huawei yang naik tipis dari 14,9 persen ke 15,8 persen. Hasil ini cukup menarik mengingat pada Mei lalu, pemerintah AS sempat memblokir bisnis Huawei dengan perusahaan AS yang mengancam operasional Android di smartphone Huawei.

Baca juga: Di-blacklist AS, Ponsel Huawei Malah Laris

"Efek dari pemblokiran tidak mampu menyebabkan penurunan pengapalan selama kuartal ini, yang artinya tidak akan menjadi masalah kedepannya," jelas Counterpoint Research Associate Director, Tarun Pathak, dilansir KompasTekno dari Economic Times, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya, Huawei melakukan penetrasi di China dan hasilnya cukup baik untuk menutup penurunan pengapalan di pasar luar negeri.

Di bawah Apple ada Xiaomi yang menjadi vendor smartphone nomor empat di dunia, dengan pangsa pasar 9 persen, naik dari periode sebelumnya 8.,8 persen.

Penutup lima besar lagi-lagi diisi oleh vendor asal China, yakni Vivo yang tumbuh tipis dari 7,3 persen menjadi 7,5 persen.

Jika digabung, pangsa pasar vendor smartphone China yang terdiri atas Huawei, Oppo, Vivo, Xiaomi, dan Realme mencapai 42 persen pada periode April-Juni 2019. Jumlah ini disebut menjadi pencapaian tertinggi sejauh ini.

Pasar Smartphone Masih Lesu

Secara keseluruhan, Counterpoint Research mengatakan bahwa pengapalan smartphone mengalami penurunan.

"Penurunan pasar smartphone terjadi karena China yang terus menurun pasarnya selama dua tahun terakhir," jelas Counterpoint Research.

Baca juga: INFOGRAFIK: Tips Membeli Smartphone

Perang dagang antara China dan AS yang belum tuntas juga mempengaruhi penurunan pangsa pasar smartphone global. Jika China mendominasi sebagai produsen, Counterpoint Research mencatat India adalah pasar paling seksi untuk smartphone di periode ini.

Pada kuartal kedua tahun ini, pengapalan smartphone ke India mencapai 37 juta unit dan menjadi pasar kunci. Diprediksi, adopsi jaringan 5G akan mengembalikan geliat pasar smartphone kedepannya.

"Kami memprediksi penjualan perangkat 5G akan lebih dari 20 juta pada tahun 2019," jelas Varun Mishra, salah satu periset Counterpoint Research.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X