Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apple Bagi-bagi iPhone Gratis untuk Dibobol

Kompas.com - 13/08/2019, 17:05 WIB
Oik Yusuf,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber Wired

KOMPAS.com - Dalam konferensi sekuriti Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat, pekan lalu, Apple membagi-bagikan iPhone ke sejumlah peneliti keamanan, dan menantang mereka untuk membobol/mencari bug di sistem operasi iOS.

Penemu bug atau celah keamanan di iOS dalam iPhone juga diiming-imingi hadiah uang senilai 1,5 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 21 miliar.

Apple memang memiliki program bug bounty yang menawarkan hadiah bagi penemu bug di ponselnya. Istimewanya, kali ini perusahaan tersebut turut memberikan iPhone khusus ke sejumlah peneliti keamanan terpilih.

iPhone khusus tersebut sengaja dibuat lebih terbuka dalam hal sekuriti, supaya para peneliti yang menerimanya bisa mengulik kelemahan yang ada secara lebih mendalam.

Baca juga: Hadiah Rp 417 Juta bagi Penemu Bug Google Chrome

Perangkat dimaksud membuka “root shell”, sehingga para peneliti bisa mendapat akses penuh. Ada juga kemampuan debugging untuk menyisir kelemahan di baris kode software. Namun versi iPhone yang dibagikan tetap berbeda dari versi tim pengembang Apple.

“Kami ingin menarik para peneliti cemerlang yang selama ini cenderung memfokuskan upaya mereka di platform lain,” ujar kepala keamanan engineering dan arsitekur Apple, Ivan Krstic.

“Banyak dari mereka ingin menjajal platform kami, tapi keamanannya terlalu tinggi,” lanjut dia.

Krstic turut sesumbar bahwa Apple menawarkan hadiah berjumlah terbesar dalam hal bug bounty, dibanding perusahaan-perusahaan teknologi lain yang memiliki program serupa. Jumlah uang yang dijanjikan bervariasi, tergantung tingkat keparahan bug yang ditemukan.

Angka terbesar diberikan untuk orang yang berhasil menemukan celah untuk mengambil alih iPhone secara remote tanpa butuh kontak fisik atau interaksi dari korban.

Hadiah yang bakal diberikan untuk penemuan bug macam ini adalah 1 juta dollar AS (Rp 4 miliar), ditambah bonus 50 persen, sehingga totalnya menjadi 1,5 juta dollar AS (Rp 21 miliar), sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wired, Selasa (13/8/2019). 

Baca juga: Apple Beri Beasiswa Remaja yang Temukan Bug di FaceTime

Tentu, penerima iPhone khusus tadi punya peluang lebih besar untuk menggondol hadiah tersebut, karena perangkatnya bisa lebih bebas diutak-atik.

Lewat program bug bounty dengan iming-iming sejumlah besar uang itu, Apple berharap bisa menemukan celah keamanan iPhone sesegera mungkin. “Alasan utamanya adalah mengendus kelemahan sebelum tiba di tangan konsumen,” sebut Krstic.

Berbeda dari sebelumnya yang bersifat “invite only”, program bug bounty Apple kini terbuka untuk semua peneliti keamanan. Cakupannya bukan hanya iOS saja, tapi juga macOS dan sistem operasi lain dari Apple.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Elon Musk Resmikan Internet Satelit Starlink di Indonesia

Elon Musk Resmikan Internet Satelit Starlink di Indonesia

Internet
Telkomsel Hadirkan Aneka Layanan dan Paket Khusus Haji

Telkomsel Hadirkan Aneka Layanan dan Paket Khusus Haji

Internet
Saingi AMD, Nvidia dan MediaTek Dikabarkan Bikin Chip Konsol Game

Saingi AMD, Nvidia dan MediaTek Dikabarkan Bikin Chip Konsol Game

Hardware
Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Software
Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Software
Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Gadget
Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

e-Business
Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Software
Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

e-Business
Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

e-Business
Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Game
Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

e-Business
Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Software
Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com