Asus Pindahkan Produksi Ponsel Zenfone dari China ke Indonesia

Kompas.com - 15/08/2019, 11:15 WIB
Model menunjukkan smartphone Asus Zenfone 2 dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa (21/4/2015) Oik Yusuf/ Kompas.comModel menunjukkan smartphone Asus Zenfone 2 dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa (21/4/2015)
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Seorang pembocor gadget kenamaan, Roland Quandt, baru-baru ini menulis bahwa Asus telah memindahkan sebagian besar produksi ponselnya ke Indonesia.

Melalui akun Twitternya, Roland mengunggah foto sebuah kotak kemasan ponsel Asus bertuliskan "made in Indonesia". Di dekatnya tertera alamat Asus Computer GmbH di Ratingen, Jerman. 

Baca juga: Asus Zenfone 6 Meluncur dengan Kamera Putar

Pihak Asus membenarkan perkataan Quandt tersebut ketika dikonfirmasi. Menurut Head of PR Asus Indonesia, Muhammad Firman, Asus memang sudah memindahkan sebagian besar produksi beberapa tipe ponselnya dari China ke Indonesia

"Betul, tapi sejauh ini hanya untuk model tertentu saja," kata Firman ketika dihubungi KompasTekno, Kamis (15/8/2019).

Firman melanjutkan, penambahan beban produksi untuk pabrik di Indonesia ini sudah dimulai untuk model ponsel Zenfone Max Pro M1 dan Max Pro M2. Dia tidak menyebutkan berapa perbandingan antara jumlah ponsel yang dibuat di Indonesia dan di China.

Adapun ponsel Asus buatan Indonesia yang ditunjukkan Quandt dalam kicauannya adalah model flagship Zenfone 6 dengan nomor model ZS630KL.

Zenfone buatan Indonesia untuk pasar Eropa dan Asia

Mengapa Asus memindahkan produksi ponsel-ponsel tersebut ke Indonesia? Firman mengatakan tujuannya tak lain untuk memenuhi pasar domestik Indonesia. Selain itu, ponsel Asus bikinan Indonesia juga diekspor ke luar negeri, tepatnya kawasan Eropa dan Asia Pasifik.

"Untuk mempermudah saat memenuhi kebutuhan pasar juga. Dan ternyata benar saja, kami bisa alih teknologi. Mitra kami di Batam sudah bisa memproduksi smartphone berkualitas hingga bisa memenuhi syarat untuk diterima juga di negara lain," kata Firman.

Baca juga: Asus Zenfone Max Shot dan Max Plus M2, Pertama dengan Snapdragon SiP 1

Di luar dua region Eropa dan Asia Pasifik itu, kata Firman, stok perangkat dimaksud masih dipasok oleh pabrik di China.

Di Batam, Asus menunjuk PT Sat Nusapersada sebagai vendor yang merakit sebagian besar ponselnya. PT Sat Nusapersada (PTSN) telah merakit ponsel Asus dimulai sejak model Zenfone 2 hingga sekarang.

Bukan karena perang dagang

Menurut Firman, pemindahan produksi ini bukan berarti membuat produksi ponsel Asus di China dihentikan dan dialihkan sepenuhnya ke Indonesia.

Hanya saja, jumlah dari total keseluruhan ponsel yang diproduksi untuk model-model di atas memang sudah lebih banyak dibebankan pada pabrik di Indonesia.

"Max Pro M1 yang pertama diproduksi dengan jumlah lebih banyak di pabrik Indonesia, dibanding pabrik kami di China tepatnya. Untuk beberapa tipe, jumlah produksinya lebih banyak di Indonesia," lanjutnya.

Baca juga: Imbas Perang Dagang, Pabrikan Chip Eksodus dari China

Firman menepis anggapan bahwa Asus mulai memindahkan pabriknya keluar dari China karena imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Pengalihan produksi ini menurut Firman, dilakukan semata-mata untuk memenuhi regulasi TKDN yang dikeluarkan pemerintah.

"Bukan (karena perang dagang), kami sudah mulai alihkan produksi jauh sebelum itu. Saat pemerintah memberlakukan TKDN, kami memilih opsi hardware manufacturing," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X