Ancaman terhadap Data Pribadi di Balik Dompet Digital WhatsApp

Kompas.com - 22/08/2019, 13:58 WIB
Ilustrasi WhatsApp IstIlustrasi WhatsApp

KOMPAS.com — WhatsApp dikabarkan akan menghadirkan layanan pembayaran digital yang disebut WhatsApp Payment ke Indonesia. Jika benar, Indonesia adalah negara kedua setelah India yang akan mengadopsi layanan tersebut.

Sayangnya, saat diperkenalkan pada 2018 WhatsApp Payment harus ditunda oleh pemerintah setempat karena masalah regulasi. Pemerintah India khawatir ada penyalahgunaan data pribadi warga yang menggunakan layanan pembayaran WhatsApp.

Baca juga: Layanan "Dompet Digital" WhatsApp Dikabarkan Segera Hadir di Indonesia

Terlebih, mereka meragukan bahwa data pengguna tidak akan dibagikan dengan Facebook dan Instagram mengingat keduanya satu induk dengan WhatsApp.

Pemerintah bahkan meminta otoritas pembayaran nasional di India (NPCI) untuk menginspeksi WhatsApp dan Google Pay demi memastikan data pribadi pengguna dijaga dengan aman.

Sistem layanan pembayaran digital WhatsApp yang bergulir di India mengandalkan Unified Payment Interface (UPI). UPI adalah sistem yang memungkinkan transfer uang antar-akun bank secara real time.

"Kami percaya akan melakukannya dengan benar. Ini akan mengakselerasi inklusi keuangan dan membawa warga India ke ekonomi digital yang tumbuh dengan cepat," ujar Will Chatcart, WhatsApp Global Head, dirangkum KompasTekno dari Economic Times, Kamis (22/8/2019).

WhatsApp mengklaim bahwa selain aplikasinya, tidak ada layanan di bawah naungan Facebook.Inc yang menggunakan data transaksi WhatsApp UPI untuk keperluan komersial.

Namun, perlu diingat, provider layanan cloud WhatsApp adalah Facebook sebagai induk korporat.

Baca juga: WhatsApp, Instagram, dan Messenger akan Disatukan

Inilah yang membuat pemerintah India ragu soal kemungkinan data pengguna layanan pembayaran digital WhatsApp dibagikan ke Facebook atau Instagram secara otomatis tanpa sepengetahuan pengguna.

Hal ini cukup wajar mengingat skandal Cambridge Analytica dan rentetan isu penyalahgunaan data pengguna yang mendera Facebook sepanjang tahun lalu. Kendati demikian, percakapan yang ada di WhatsApp tetap akan terenkripsi secara end-to-end.

Beda implementasi di Indonesia?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X