Pengapalan Smartphone di Indonesia Tertinggi dalam Sejarah

Kompas.com - 29/08/2019, 19:20 WIB
Suasana ITC Roxy Mas, salah satu pusat belanja ponsel terbesar di Jakarta. Kompas.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiSuasana ITC Roxy Mas, salah satu pusat belanja ponsel terbesar di Jakarta.

KOMPAS.com - Pengapalan smartphone di Indonesia pada kuartal II-2019, memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Menurut periset pasar IDC, pengapalan smartphone di Indonesia pada periode itu menjacapai 9,7 juta unit, naik 20 persen dibanding kaurtal I-2019.

Dibanding kuartal yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai 3 persen. Rekor ini memecahkan rekor yang sama pada kuartal II-2018, yang mengapalkan 9,5 juta unit.

Menurut analis IDC, Risky Febrian, kuartal II memang menjadi puncak pengapalan smartphone tiap tahunnya.

Tahun ini, kuartal kedua bertepatan dengan momen bulan ramadhan dan lebaran, serta libur sekolah, sehingga banyak vendor smartphone jor-joran memberikan diskon dan promosi untuk menarik konsumen.

Risky mengatakan isu pemblokiran ponsel black market juga mempengaruhi tingginya pengapalan smartphone di Indonesia.

Baca juga: IDC: Samsung Rajai Pasar Smartphone Indonesia

"Rencana ini lumayan memberikan efek ketakutan untuk konsumen, jadi mereka lebih pilih membeli yang legal (resmi), sehingga permintaan ponsel legal jadi lebih tinggi," ujar Risky, ketika dihubungi KompasTekno melalui sambungan telepon, Kamis (29/8/2019).

Samsung masih juara

Dalam riset IDC, Samsung masih menjadi jawara vendor smartphone di tanah air. Pangsa pasar Samsung mencapai 27 persen tahun ini, stagnan dengan periode yang sama tahun lalu.

Oppo menduduki posisi kedua dengan pangsa pasar 21,5 persen, naik dari periose yang sama tahun lalu sebesar 18 persen. Vivo menempati urutan ketiga dengan pangsa pasar 17 persen, naik cukup signifikan dibanding tahun lalu sebesar 9 persen.

Xiaomi justru merosot ke nomor empat dengan pangsa pasar 16,8 persen. Vendor asal China ini turun dari posisi kedua di periode yang sama tahun lalu dengan pangsa pasar 25 persen.

Menurut Risky, salah satu alasan lesunya performa Xiaomi diakrenakan transisi proses manufaktur yang sedang dilakukan Xiaomi pada kuartal I.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X