Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Dibuka Malam Ini

Kompas.com - 04/09/2019, 22:41 WIB
Ilustrasi Internet istIlustrasi Internet
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Rabu (4/9/2019) malam ini sekitar pukul 23.00 WIT pemerintah secara bertahap mulai membuka blokir akses internet di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Ada 19 Kabupaten di Papua yang sudah bisa mengakses internet, yakni Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

Selain itu blokir internet juga sudah dibuka di sepuluh Kabupaten di Papua Barat, yakni Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak.

Baca juga: Perkembangan Terkini Kondisi Layanan Seluler di Papua

Sebanyak sepuluh kabupaten di Provinsi Papua, yakni Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, Yahukimo dan Nabire, situasinya masih terus dipantau dalam satu atau dua hari ke depan.

Begitupun dengan Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kota Manokwari di Papua Barat.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu malam, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinandus Setu mengatakan blokir internet di sebagian besar wilayah Papua dan Papua Barat dilakukan setelah koordinasi dengan aparat keamanan.

“Setelah mempertimbangkan situasi keamanan di wilayah-wilayah tersebut sudah pulih atau normal serta mempertimbangkan sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua sudah mulai menurun,” sebut Ferdinandus.

Tak lupa pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan hoaks, hasutan, maupun ujaran kebencian lewat media apapun, termasuk media sosial, agar pemulihan kembali seluruh Papua dan Papua Barat bisa cepat berlangsung.

Baca juga: Asmat Jadi Daerah Pertama di Papua Nikmati Palapa Ring Timur

Sebelumnya, pemerintah memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat sejak 21 Agustus lalu, menyusul kerusuhan yang terjadi di sejumlah tempat di kedua provinsi tersebut. Pemblokiran dimaksudkan untuk meredam peredaran hoaks.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (3/9/2019), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto telah mengatakan bahwa pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat akan dicabut begitu situasi keamanan sudah kondusif.

Baca juga: Mengamati Kehidupan Tanpa Gadget Bocah Papua

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X