Black Shark Ungkap Kemiripan Gamer Indonesia dengan China

Kompas.com - 05/09/2019, 17:27 WIB
Ilustrasi logo Black Shark KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi logo Black Shark
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Black Shark, startup teknologi asal China yang fokus pada bidang gaming, menuturkan bahwa pasar gaming di Indonesia sangat berpotensi untuk berkembang, seperti halnya dengan Negeri Tirai Bambu.

Hal itu disampaikan oleh Yang Sun selaku Vice President Marketing of Black Shark Global dalam jumpa pers Black Shark dengan awak media di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (3/9/2019).

"Indonesia punya potensi pertumbuhan market gaming yang besar, seperti China," kata Yang.

Baca juga: Ponsel Gaming Black Shark 2 Segera Masuk Indonesia

Ia berkata demikian lantaran orang-orang Indonesia dan China sangat senang bermain game untuk mengisi waktu luang mereka. Terlebih, sekarang game sudah bisa dimainkan kapan saja dan di mana saja lewat ponsel.

"Di mana pun mereka berada (orang Indonesia dan China), di tempat kerja, di bis, di rumah teman, mereka senang bermain game untuk sekadar menghibur diri," kata Yang.

Selain itu, menurut Yang, gamer Indonesia dan China sama-sama betah bermain game dalam waktu lama.

Meski demikian, ia menyebut bukan hanya faktor ini saja yang membuat Indonesia berpotensi untuk menjadi pasar mobile gaming.

Perkembangan industri mobile gaming itu sendiri, menurut Yang, menjadi celah bagi Black Shark untuk masuk ke ceruk pasar gaming di Indonesia.

"Pasar gaming itu ada bukan karena kami punya ponsel gaming, ini karena teknologi dan gaming itu sendiri punya jaringan dan platform, itu yang membawa kami ke sana (Indonesia)," tutur Yang.

Baca juga: Spesifikasi dan Harga Black Shark 2 Pro

Black Shark sendiri menegaskan bahwa mereka bukan perusahaan smartphonemelainkan startup yang berfokus kepada teknologi gaming, baik itu menyediakan software, hardware, maupun layanan gaming.

Yang mengatakan bahwa pasar Black Shark yang terbesar berada di Jepang. Ini karena Negeri Sakura memang memiliki industri game yang sudah matang.

Di luar Jepang, Yang mengatakan ada sejumlah kawasan lain dengan pasar gaming yang menjanjikan, termasuk negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X