Aplikasi-aplikasi Google Dilaporkan Bakal Absen dari Huawei Mate X

Kompas.com - 09/09/2019, 12:47 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Setelah mengalami penundaan, kabar miring kembali menerpa ponsel layar lipat Huawei Mate X. Ponsel ini dikabarkan akan dirilis tanpa kehadiran sejumlah layanan dari Google seperti Gmail dan Google Play Store.

Hal tersebut konon disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang antara lain berujung pada pemboikotan Huawei lewat daftar bernama "entity list".

Huawei pun tidak diperkenankan membeli komponen dalam bentuk hardware maupun software dari perusahaan asal AS tanpa seizin pemerintah AS.

Baca juga: Ini Rencana Huawei Jika Dilarang Pakai Android

Menurut laporan dari Nikkei Asian Review, Huawei Mate X sebenarnya masih tetap akan menggunakan sistem operasi Android. Namun, ponsel ini tidak akan membawa layanan utama milik Google.

Artinya, Android yang dibawa Huawei Mate X akan polos tanpa aplikasi pelengkap seperti Gmail, Google Play Store hingga Google Maps yang notabene telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem Android.

Huawei Mate 30 ikut terimbas?

Sebagaimana dihimpun oleh KompasTekno, Senin (9/9/2019), tak hanya lini Mate X yang akan terkena imbas dari kebijakan AS tersebut. Seri Huawei Mate 30 yang akan dirilis dalam waktu dekat juga dikabarkan akan mengalami hal serupa.

Analis meramalkan bahwa absennya layanan Google pada perangkat Huawei ini akan mempengaruhi jumlah pengapalan ponsel Huawei secara keseluruhan.

Baca juga: Huawei Mate 30 Terancam Tidak Bisa Memakai Aplikasi dan Layanan Google

Pengapalan ponsel Huawei ke pasar global juga diprediksi berpotensi turun hingga 30 persen pada tahun 2019 ini.

Sementara untuk pasar China, penjualan Huawei diprediksi akan tetap tumbuh, karena sejak awal memang tidak mengandalkan layanan dari Google.

Apalagi, Huawei saat ini tengah mendapat dukungan dan perhatian besar dari masyarakat China karena sentimen nasionalisme menyusul perang dagang dengan AS.

Huawi dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah penyedia aplikasi yang bisa menjadi alternatif pengganti layanan dari Google. Seperti misalnya ProtonMail yang ditimbang sebagai pengganti dari Gmail.

Baca juga: Huawei Tegaskan HarmonyOS Bukan Pengganti Android

Kendati demikian, ponsel lipat Mate X sendiri bukanlah produk yang dijadikan andalan untuk mendulang pendapatan. Sebab, ceruk pasar ponsel layar lipat seperti Huawei Mate X maupun Samsung Galaxy Fold memang belum terlihat di pasaran.

Selain itu harga ponsel layar lipatpun masih cukup tinggi, ditambah jaringan 5G yang belum hadir secara merata membuat tipe perangkat ini mungkin belum menjadi pilihan utama pengguna.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X