Huawei Mate 30 Lahir Tanpa Play Store, Begini Cara Mengakalinya

Kompas.com - 25/09/2019, 20:11 WIB
Google Play Store Shutterstock.comGoogle Play Store
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Mate 30 adalah lini ponsel pertama dari Huawei yang datang tanpa membawa aneka aplikasi dan layanan Google sebagai buntut perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Di ponsel ini, pengguna tidak bakal menemui aplikasi Google yang lazim hadir di ponsel Android, seperti Play Store, YouTube, Maps, maupun Gmail. Namun, bukan berarti aplikasi-aplikasi tersebut tidak dapat dipasang sama sekali di Mate 30.

Baca juga: Huawei Mate 30 dan Mate 30 Pro Dipastikan Tak Punya Google PlayStore

Ternyata ada cara untuk mengakalinya. Langkah-langkahnya pun mudah dan tak perlu teknik rumit macam root dan unlock bootloader.

Yang terpenting adalah memasang Google Services Framework yang diperlukan agar aplikasi-aplikasi dan layanan dari Google bisa berjalan.

Pertama-tama, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari 9to5Google, Rabu (25/9/2019), pengguna mesti mengunduh file APK peramban Chrome lewat browser bawaan Mate 30. Sumbernya bisa di situs seperti APK Mirror atau sejenisnya.

Kemudian, arahkan Chrome ke situs www.lzplay.net yang berbahasa China dan download aplikasi LZ Play dari sana. Aplikasi LZ Play kemudian akan mengunduh framework dan services yang diperlukan, termasuk toko aplikasi Google Play Store.

Setelahnya, Google Play Store akan nongol di home screen. Setelah login dengan akun Google, Pengguna Huawei Mate 30 pun bisa menggunakannya untuk mengunduh berbagai macam aplikasi, layaknya di ponsel Android lain seperti biasa.

Baca juga: Huawei Mate 30 Dipastikan Masuk Indonesia Tahun Ini

Cara berisiko

Aplikasi LZ Play meminta akses mendalam untuk memasang Google Services Framework di Huawei Mate 30. Android Central Aplikasi LZ Play meminta akses mendalam untuk memasang Google Services Framework di Huawei Mate 30.
Perlu dicatat bahwa LZ Play merupakan platform pengembangan software pihak ketiga yang dirancang untuk membantu admin TI dalam menjalankan fungsi terkait perangkat Android di lingkungan korporasi, misalnya menyalurkan pembaruan ke ponsel Android pegawai.

Untuk melakukan itu, LZ Play membutuhkan akses level administrator yang luas dan mendalam terhadap perangkat, bahkan hingga root access.

Ini tentu berisiko karena aplikasi LZ Play sendiri tidak dimonitor maupun disaring oleh Google. Sumbernya pun dari situs yang berada di luar lingkungan Android Google.

Begitu diberikan izin, bukan tidak mungkin LZ Play bisa melakukan berbagai hal terhadap perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber 9To5Google
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X