Pembahasan RUU KKS dan Perlindungan Data Pribadi Diharapkan Beriringan

Kompas.com - 28/09/2019, 11:04 WIB
Ilustrasi perlindungan data pribadi ShutterstockIlustrasi perlindungan data pribadi

Sejak diusulkan tahun 2014 lalu, RUU PDP masih belum rampung karena masih membutuhkan persetujuan dari kementrian terkait.

Kabar terakhir disebutkan bahwa UU PDP telah ditandatangani Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Apabila telah disetujui, RUU PDP akan diserahkan ke DPR untuk dilakukan pembahasan.

Dikritik

Berbeda dengan RUU PDP yang memakan waktu lama untuk disahkan, RUU KKS justru hampir disahkan dengan waktu pembahasan yang sangat singkat di parlemen. Apabila jadi disahkan, RUU KKS hanya memakan waktu tiga hari saja untuk pembahasan.

Selain pembahasannya yang kilat, RUU KKS juga dikritik, karena tumpang tindih, seperti peraturan lain terkait siber. Beberapa poin juga disebut mengancam HAM dan kebebasan berekspresi di media sosial.

Misalnya, dalam Pasal 38 yang merumuskan mengenai penapisan konten dan aplikasi elektronik, ternadap konten dan aplikasi yang dinilai berbahaya oleh negara.

Kemudian ada Pasal 47 dan Pasal 48 juga menyebutkan wewenang BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) untuk melakukan deteksi ancaman siber pada lalu lintas data. Isi RUU KKS selengkanya bisa dilihat di tautan berikut ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dibatalkan

Namun, DPR akhirnya membatalkan pembahasan RUU ini. Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU KKS, Bambang Wuryanto mengatakan, RUU KKS tidak memenuhi mekanisme tata beracara dalam pembuatan legislasi.

"Karena tata beracara yang diatur dalam UU ini tidak terpenuhi dalam tatib, maka ini di-drop," kata Bambang.

Ia menambahkan, RUU KKS tidak bisa dilanjutkan ke periode berikutnya sehingga proses pembahasan harus mengulang dari awal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.