Menjajal Arloji Pintar Huawei Watch GT 2 yang Tahan Lama

Kompas.com - 02/10/2019, 12:26 WIB
Huawei Watch GT 2 di pergelangan tangan. Jam di layar merupakan tampilan always-on display yang lebih sederhana dibanding watch face utama. KOMPAS.com/ OIK YUSUFHuawei Watch GT 2 di pergelangan tangan. Jam di layar merupakan tampilan always-on display yang lebih sederhana dibanding watch face utama.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Bersama dengan ponsel seri Mate 30, Huawei turut memperkenalkan Watch GT 2. Perangkat ini merupakan arloji pintar penerus model sebelumnya, Watch GT generasi pertama.

Huawei menyediakan Watch GT 2 dalam dua pilihan ukuran diameter, yakni 42 mm dan 46 mm. Selain ukuran, keduanya memiliki tampilan yang berbeda pula.

Versi yang lebih kecil lebih polos dengan desain bodi cenderung membulat. Daya tahan baterainya diklaim mencapai satu minggu dalam sekali pengisian.

Sementara, versi yang lebih besar disebut bisa bertahan hingga 2 minggu. Tampilannya cenderung maskulin, dengan bezel dari logam dan deretan angka (GMT) di sekelilingnya.

KompasTekno mendapat unit Huawei Watch GT 2 46 mm edisi sport dengan strap karet berwarna hitam. Desain arloji pintar ini mirip dengan jam tangan pada umumnya, dengan layar OLED berukuran 1,39 inci (454 x 454 piksel) berbentuk bundar.

Baca juga: Huawei Rilis Jam Tangan Pintar Watch GT 2

Layar rata, dua tombol

Sedikit berbeda dari Huawei Watch GT generasi pertama, permukaan kaca layar ini rata hingga ke pinggir, dengan sudut bezel yang sedikit miring ke bawah.

Bentuk kaca yang rata ini memudahkan gerakan menyapu dengan jari di layar, tanpa tersandung permukaan bezel yang berbeda ketinggian dengan kaca seperti di model sebelumnya.

Di bagian kanan terdapat dua tombol yang bisa ditekan, tapi tak dapat diputar.

Tombol atas berfungsi untuk masuk ke menu, sementara tombol bawah bisa diatur untuk menjalankan fungsi tertentu, misalnya memanggil music player atau menyalakan senter, di mana layar akan menyala terang dengan warna putih seluruhnya.

Huawei Watch GT 2 46mm Sport Edition memiliki tampilan serba hitam dengan strap karet quick release 22 mm yang dilabur warna hitam pula. Ada varian lain dengan strap berwarna jingga.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Huawei Watch GT 2 46mm Sport Edition memiliki tampilan serba hitam dengan strap karet quick release 22 mm yang dilabur warna hitam pula. Ada varian lain dengan strap berwarna jingga.

Watch GT 2 memang dibekali music player dengan storage 4 GB. Di antara kedua tombol terdapat speaker yang mengeluarkan suara musik sekaligus berfungsi sebagai loudspeaker ketika melakukan panggilan suara

Smartwatch ini memang bisa menerima dan melakukan panggilan telepon lewat koneksi bluetooth dengan ponsel. Watch GT 2 terhubung lewat aplikasi Huawei Health yang bisa diunduh dari toko Play Store atau Huawei App Gallery.

Bagian strap bisa dilepas-pasang dengan mudah, karena menggunakan mekanisme quick release. Ukurannya terbilang standar, yakni 22 mm.

Baterai tahan lama

Soal fitur, Watch GT 2 yang menjalankan sistem operasi Lite OS bikinan Huawei, yang tak selengkap smartwatch lain yang berbasis Android Wear, Tizen, atau WatchOS. Arloji ini, misalnya, tak bisa dipasangi aplikasi tambahan.

Jumlah watch face pun terbatas hanya yang tersedia di dalam jam saja, tapi mungkin nantinya bakal bisa diperluas lewat aplikasi Huawei Health seperti Watch GT sebelumnya.

Selain mekanisme mengangkat pergelangan tangan untuk menyalakan layar, Watch GT 2 juga menyediakan fasilitas always on-display berbentuk watch face digital atau analog, dengan tampilan yang lebih sederhana, yakni hanya menampilkan waktu tanpa keterangan lain (tanggal, denyut nadi, dsb.).

Meski tak selengkap smartwatch lain, Huawei Watch GT 2 memiliki sejumlah fitur seperti pemindai denyut nadi (foto kiri) dan pemutar musik.
KOMPAS.com/ OIK YUSUF Meski tak selengkap smartwatch lain, Huawei Watch GT 2 memiliki sejumlah fitur seperti pemindai denyut nadi (foto kiri) dan pemutar musik.

Apabila diaktifkan lewat menu “Lockscreen” di bagian setelan “Display”, always-on display akan menampilkan jam sepanjang waktu di layar, seperti di ponsel saja. Layar hanya akan dimatikan apabila jam sedang tidak dikenakan di pergelangan tangan.

Baca juga: Arloji Pintar Amazfit GTS Meluncur, Mirip Apple Watch Harga Rp 1 Jutaan

Pengaktifkan always-on display akan mengurangi daya tahan baterai hingga setengahnya. Namun, KompasTekno masih mencatat angka yang terbilang sangat lumayan.

Kapasitas baterai Watch GT 2 hanya berkurang sekitar 10 persen per hari dengan mengaktifkan always-on display, pengukuran denyut nadi, sleep tracking, aneka notifikasi dan panggilan telepon dari ponsel, serta stress monitoring.

Bandingkan dengan smartwatch lain yang lebih “pintar” dan banyak fitur tapi hanya mampu bertahan paling banter dua hari.

Smartwatch atau…

Dibandingkan arloji pintar, Watch GT 2 memang lebih mirip fitness tracker. Apalagi kemampuannya soal ini bisa dibilang lengkap. Ada 15 jenis aktivitas yang bisa direkam, mulai dari berlari, berenang, hiking, hingga triathlon.

Huawei tak lupa menyematkan fitur GPS untuk pelacakan trek olahraga dan kemampuan anti-air 5 ATM atau hingga kedalaman 50 meter selama 10 menit. Perangkat ini pun cocok dipakai berpetualang dan berolahraga outdoor.

Mungkin sebab itulah banyak yang menyebut Watch GT 2 sebagai fitness tracker berwujud smartwatch konvensional.

Huawei Watch GT 2 terhubung dengan ponsel lewat aplikasi Huawei Health. Aplikasi ini sekaligus mengendalikan aneka fungsi di sang arloji pintar.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Huawei Watch GT 2 terhubung dengan ponsel lewat aplikasi Huawei Health. Aplikasi ini sekaligus mengendalikan aneka fungsi di sang arloji pintar.

Karena bentuknya yang serupa arloji pada umumnya itu, Watch GT 2 mungkin juga menarik buat mereka yang hanya memerlukan fungsi-fungsi dasar dari sebuah smartwatch, tanpa perlu dibuat bingung dengan banyaknya fitur ekstra yang belum tentu terpakai.

Apalagi, Watch GT 2 sanggup bertahan lama dalam satu kali pengisian baterai, hingga sepekan lebih. Ini boleh dibilang merupakan salah satu daya tarik utamanya.

Huawei memastikan bakal memasarkan Watch GT 2 di Indonesia pada bulan Oktober 2019, namun jadwal tepatnya dan harganya masih belum diumumkan.

Nah, selagi menunggu kehadiran sang arloji pintar teranyar dari Huawei, simak dulu penampilannya dalam rangkaian foto di tautan ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X