Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kampanye Trump di Pilpres AS 2020 Terancam Direcoki "Hacker" Iran

Kompas.com - 05/10/2019, 17:12 WIB
Bill Clinten,
Oik Yusuf

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di era digital, ranah maya sudah lumrah dijadikan medan perang siber untuk kepentingan politik. Pemilu Presiden AS tahun 2020 pun belakangan diduga terancam dicampuri oleh pihak asing.

Kemungkinan tersebut diungkap oleh Microsoft. Raksasa software pembuat Windows itu merasa perlu mengungkapkan temuannya soal keberadaan kelompok hacker asal Iran yang mulai melakukan langkah-langkah untuk interferensi Pemilu Presiden AS.

"Kami melihat aktivitas siber yang signifikan dari grup ancaman yang kami sebut 'Phosphorus', yang kami percaya berasal dari Iran dan memiliki asosiasi dengan pemerintah Iran," sebut Microsoft dalam sebuah posting di situsnya.

Baca juga: Harga Drone DJI Makin Mahal gara-gara Tarif Donald Trump

Grup peretas bernama Phosphorus ini terpantau oleh Microsoft Threat Intelligence Center (MSTIC). Selama 30 hari antara bulan Agustus hingga September 2019, Phosphorus melakukan 2.700 kali percobaan mengidentifikasi akun e-mail milik pelanggan Micosoft tertentu.

Dari jumlah tersebut, 241 e-mail di antaranya berupaya dibobol oleh Phosphorus. Akun-akun yang menjadi sasaran ini terkait dengan kampanye presiden AS, pejabat AS, wartawan yang meliput politik global, serta tokoh-tokoh Iran yang hidup di luar negerinya.

Microsoft tak menyebutkan kampanye siapa yang diincar oleh Phosphorus. Namun, keterangan sumber yang berbicara kepada Reuters menyebutkan sasarannya tak lain merupakan kampanye Presiden AS Donald Trump, seperti dirangkum KompasTekno, Sabtu (5/10/2019).

Baca juga: CEO Apple Datangi Trump, Keluhkan Tarif AS Menguntungkan Samsung

Situs kampanye resmi Trump memang terhubung dengan layanan cloud Microsoft. Meski demikian, tim kampanye Trump mengaku tak melihat adanya upaya meretas sistem mereka.

Sebanyak 19 calon kandidat dari Partai Demokrat akan bersaing untuk dinominasikan sebagai lawan Donald Trump pada 2020. Dari Partai Republik, setidaknya sudah ada tiga orang yang menyatakan berminat menggeser Trump sebagai jagoan partai.

Interferensi pemilu melalui jalur siber, terutama yang dilakukan sebuah aktor negara terhadap negara lain, bisa mengacaukan proses demokrasi dengan menggiring opini publik sesuai kehendak si penyerang.

Baca juga: iPhone Donald Trump Diduga Disadap China dan Rusia

Misalnya saja, Rusia marak dituding menginterferensi Pemilu Presiden AS pada 2016 sehingga berujung pada kemenangan Donald Trump. Tuduhan tersebut dibantah oleh Moscow. Iran pun kali ini belum berkomentar atas laporan Microsoft.

Hubungan Amerika Serikat dan Iran sendiri tidak bisa dibilang akur. Pada Mei 2018, Trump membawa AS keluar dari perjanjian dengan Iran soal pembatasan program nuklir untuk meringankan sanksi AS.

Trump kemudian kembali mengenakan sanksi ke Iran sehingga menekan ekonomi negara itu, termasuk dalam hal perdagangan minyak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Berapa Kuota Internet yang Ideal untuk Sebulan? Cek Hitung-hitungannya

Berapa Kuota Internet yang Ideal untuk Sebulan? Cek Hitung-hitungannya

Internet
7 Smartphone HMD Pertama Tanpa Merek Nokia, Ada HMD Pulse, HMD Vibe, dll

7 Smartphone HMD Pertama Tanpa Merek Nokia, Ada HMD Pulse, HMD Vibe, dll

Gadget
'Belah Duren' hingga Pecah Walnut, Ini Rahasia Kekuatan Layar Oppo A60

"Belah Duren" hingga Pecah Walnut, Ini Rahasia Kekuatan Layar Oppo A60

Gadget
Aplikasi Chatting Legendaris ICQ Berhenti Beroperasi Bulan Depan

Aplikasi Chatting Legendaris ICQ Berhenti Beroperasi Bulan Depan

Software
2 Cara Rekam Google Meet saat Rapat Tanpa Langganan Premium

2 Cara Rekam Google Meet saat Rapat Tanpa Langganan Premium

Software
Cara Pasang 15 Foto dan Fancam Konser NCT Dream di Lock Screen HP Samsung biar Makin 'Aesthetic'

Cara Pasang 15 Foto dan Fancam Konser NCT Dream di Lock Screen HP Samsung biar Makin "Aesthetic"

Gadget
Oppo Gelar 'Nobar' Final Liga Champions di Jakarta

Oppo Gelar "Nobar" Final Liga Champions di Jakarta

Internet
Microsoft Desak Pengguna Windows 10 Segera 'Upgrade'

Microsoft Desak Pengguna Windows 10 Segera "Upgrade"

Software
Oppo Find N3 Edisi Liga Champions Rilis di Indonesia, Bonus Merchandise UCL

Oppo Find N3 Edisi Liga Champions Rilis di Indonesia, Bonus Merchandise UCL

Gadget
6 Tim E-sports Indonesia Lolos ke Grand Final 'PUBG Mobile' PMSL SEA Summer 2024

6 Tim E-sports Indonesia Lolos ke Grand Final "PUBG Mobile" PMSL SEA Summer 2024

Game
Ini Dia Juara 'Free Fire' FFWS SEA Spring 2024, Tim Indonesia 4 Besar

Ini Dia Juara "Free Fire" FFWS SEA Spring 2024, Tim Indonesia 4 Besar

Game
Profil Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Orang Nomor Satu di Nvidia

Profil Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Orang Nomor Satu di Nvidia

e-Business
Sejarah QR Code, Kode 'Kotak-kotak' yang Terinspirasi dari Permainan Go Board

Sejarah QR Code, Kode "Kotak-kotak" yang Terinspirasi dari Permainan Go Board

Internet
Arti Kata “Lup”, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Media Sosial

Arti Kata “Lup”, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Media Sosial

Internet
HP Xiaomi Redmi A3x Dirilis, Spek Mirip Redmi A3 Beda di Chipset

HP Xiaomi Redmi A3x Dirilis, Spek Mirip Redmi A3 Beda di Chipset

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com