Menkominfo: Ovo Jadi "Startup Unicorn" Kelima dari Indonesia

Kompas.com - 07/10/2019, 06:50 WIB
Ilustrasi Ovo. KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAIlustrasi Ovo.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Daftar “ unicorn” di Indonesia bertambah panjang dengan masuknya Ovo yang baru saja dinyatakan telah menyandang predikat bergengsi di kalangan perusahaan startup itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Rudiantara di sela gelaran Siberkreasi di Jakarta, akhir pekan lalu.

“Saya sudah bicara dengan founder-nya, dan memang iya (sudah jadi unicorn). Makanya saya berani bicara setelah saya konfirmasi,” ujar Rudiantara, dirangkum KompasTekno dari Antara, Senin (7/10/2019).

Baca juga: Beli Pulsa dan Paket Data Telkomsel Bisa Pakai Ovo

Ovo, penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Grup Lippo, ditaksir memiliki valuasi sebesar 2,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 41 triliun oleh firma analis perusahaan CB Insight. Angka tersebut, menurut CB Insight, sudah dicapai sejak 14 Maret 2018.

Ovo pun menjadi startup kelima dari Indonesia yang digelari “unicorn”, mengacu pada valuasi di atas 1 miliar dollar AS. Empat unicorn lainnya adalah Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

Dari kesemuanya, Gojek memegang valuasi paling tinggi dengan nilai di atas 10 miliar dollar AS sehingga disebut pula dengan julukan lain, yakni “decacorn”.

Rudiantara menambahkan bahwa pihak Kemenkominfo memang menargetkan akan ada lima unicorn dari Indonesia pada 2019.

Baca juga: Go-Jek Jadi Startup Decacorn Pertama Indonesia

Tak berhenti di situ, Rudiantara turut mengungkap bahwa ada startup lain yang memiliki kemungkinan menjadi unicorn sebelum akhir tahun ini. Dia memberi isyarat bahwa startup itu bergerak di sektor pendidikan.

“Secara logika, 20 persen APBN pemerintah untuk pendidikan, 5 persen untuk kesehatan. Jadi, masa sih tidak ada unicorn dari sektor itu?” pungkas Rudiantara.

Ovo menjadi layanan dompet digital yang masuk daftar 5 besar di Indonesia, menurut survei iPrice Group. Adapun 5 besar aplikasi dompet digital di Indonesia dengan pengguna terbanyak, secara berurutan adalah Go-Pay, OVO, Dana, LinkAja, dan Jenius.

Sementara, jumlah unduhan aplikasi terbanyak dipegang oleh Go-Pay, OVO, Dana, LinkAja, dan i.saku.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X