Mark Zuckerberg Ungkap Penyebab Facebook Cs Sering "Down"

Kompas.com - 10/10/2019, 17:04 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Brendan Smialowski / AFPCEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

KOMPAS.com - Selama 2019 ini, tercatat empat kali layanan milik Facebook Inc. tumbang secara bersamaan. Terakhir kali media sosial Facebook, Instagram, dan WhatsApp tursungkur adalah pada awal Juli lalu.

Kejadian tumbangnya tiga layanan Facebook secara bersamaan pada Juli lalu itu menjadi gangguan dengan durasi yang paling lama terjadi. Situs Downdetector mencatat gangguan tersebut mulai terjadi sekitar pukul 21.00 WIB sampai dini hari.

Facebook kemudian meminta maaf. Jejaring sosial ini pun berdalih bahwa terjadi kesalahan sistem saat proses maintenance dilakukan. Namun benarkah demikian?

Baca juga: Facebook, WhatsApp, dan Instagram Sudah 4 Kali Down Bersamaan di 2019

Beberapa waktu lalu sebuah rekaman pembicaraan bos Facebook, Mark Zuckerberg bocor kepada media. Dalam rekaman ini juga Zuckerberg turut membicarakan penyebab dari tumbangnya layanan Facebook beberapa bulan lalu.

Meski Zuckerberg melontarkan pernyataan yang cukup diplomatis, pada intinya ia mengakui bahwa Facebook memang tengah menjalankan serangkaian tes, dan tes itulah yang kemudian membuat sistem menjadi "down".

"Jadi hal-hal yang sebelumnya hanyalah sebuah hal kecil, sekarang menjadi hal-hal yang menyebabkan sistem runtuh, dan kita perlu mengubah cara kita bereaksi terhadap hal tersebut, dan lebih fokus pada keandalan sistem yang sedang dibuat," kata Zuckerberg.

"Jadi bukan hanya karena satu hal teknis, melainkan kompleksitas pada sistem yang tengah berkembang," lanjutnya dalam rekaman tersebut.

Zuckerberg juga mengatakan bahwa tumbangnya layanan Facebook memberi dampak besar terhadap kepercayaan pengguna. Bahkan menurutnya tak sedikit pengguna yang kemudian beralih ke layanan lain seperti iMessage atau Telegram.

Ia juga menambahkan, butuh waktu panjang hingga berbulan-bulan untuk kembali mendapat kepercayaan pengguna pada layanannya.

"Jadi ya, ini masalah besar. Kami melakukan hal yang lebih buruk daripada sebelumnya," pungkas Zuckerberg.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber The Verge
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X