Kompas.com - 16/10/2019, 12:12 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

Incar pasar online

Meski satu payung, Realme dan Oppo mengincar "kue" yang berbeda di pasaran.

Oppo fokus ke pasaran lewat retail offline di gerai-gerai, terutama di negara berkembang macam Indonesia dan India. Sementara, realme lebih mengincar jalur online.

Sheth menerangkan bahwa Realme melihat peluang di pasaran online. Setelah Lenovo dan Motorola hengkang, ada celah di pasar yang mengundang untuk diisi.

"Kami mengamati bahwa ada kekosongan besar di produk-produk yang ditawarkan secara online. Konsumen mencari pilihan yang lebih banyak," kata Sheth.

Realme turut menyesuaikan desain perangkatnya agar lebih menarik bagi konsumen muda yang dibidiknya. Warna-warna bergradasi menghiasi punggung ponsel, bahan plastik polikarbonat di seri Realme 5 pun kini berganti jadi logam dan kaca di Realme X dan Realme XT.

Produk-produk Realme biasanya mengisi segmen harga menengah dan entry level dengan kisaran harga di bawah 300 dollar AS (Rp 4 jutaan).

Namun ke depannya, Realme berencana melebarkan sayap ke pasaran menengah-atas, dengan kisaran banderol smartphone mencapai 600 dollar AS (Rp 8 jutaan) untuk mengisi lebih banyak segmen harga.

Mengancam Xiaomi

Kiprah Realme yang cemerlang di pasaran tak pelak mengusik pabrikan lain, terutama Xiaomi yang mengincar segmen harga serupa, dan juga banyak mengandalkan jalur pemasaran online.

Di Indonesia, menurut laporan firma pasar IDC, Realme bahkan sudah menggerus pangsa pasar Xiaomi sehingga berhasil masuk ke lima besar pabrikan smartphone Tanah Air pada kuartal II-2019, kurang dari setahun setelah debut di pasaran.

Baca juga: IDC: Realme Masuk Lima Besar di Indonesia karena Xiaomi

"Spesifikasi dan desain produknya (Realme) lebih kompetitif dibanding yang ditawarkan oleh Xiaomi, sehingga konsumen banyak yang beralih ke Realme," ujar analis IDC Indonesia, Risky Febrian.

Pangsa pasar lima besar vendor smartphone di kuartal-II 2019 di Indonesia, menurut data firma riset IDC.IDC Pangsa pasar lima besar vendor smartphone di kuartal-II 2019 di Indonesia, menurut data firma riset IDC.

Risky memaparkan bahwa tahun ini Xiaomi tidak melepas banyak model smartphone baru, sehingga memengaruhi kondisi pasarnya. Sementara, Realme lebih aktif menggempur pasar.

Lalu ada masalah kelangkaan produk, sehingga ponsel Xiaomi terkenal sering "gaib", alias sukar dicari di pasaran.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.