Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Pesan Rudiantara untuk Menkominfo Berikutnya

Kompas.com - 18/10/2019, 09:23 WIB
Yudha Pratomo,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan akan diumumkannya kabinet baru pemerintah, masa jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara pun akan segera berakhir. Ia pun menyampaikan pesan untuk Menkominfo periode berikutnya.

Rudiantara mengatakan bahwa siapa pun orang yang menjabat sebagai Menkominfo hingga 2024 nanti, ia harus tetap fokus pada pembangunan infrastruktur.

Sebab menurutnya, meski Indonesia sudah memiliki Palapa Ring, anggaran belanja ICT Indonesia masih sangat kurang jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.

"Tetap fokus membangun infrastruktur. Saya selalu katakan kita punya Palapa Ring, satelit, tapi selalu kurang karena belanja ICT kita hanya 0,1 persen dari GDP," kata Rudiantara saat ditemui di kediamannya di kawasan jalan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Fakta Tol Langit Palapa Ring, dari Mangkrak hingga Diresmikan Presiden Jokowi Hari Ini

Rudiantara pun membandingkan belanja ICT Indonesia dengan Thailand dan Malaysia yang masing-masing adalah 0,3 persen 0,6 persen dari GDP.

Menkominfo berikutnya dikatakan Rudiantara juga harus menjaga kondusivitas pembangunan dan pengembangan ekonomi digital. Pesan lain yang disampaikan Rudiantara adalah soal pembuatan regulasi.

Ia berharap pemerintah, khususnya Menkominfo tidak lagi membuat regulasi yang menyulitkan.

"Jangan overregulated. Jangan bikin regulasi yang susah. Susah masyarakat, susah yang minta izin. Buang aja (yang bikin susah)," ujar pria yang akrab disapa Chief RA ini.

Baca juga: Tiga Tahun Menkominfo Rudiantara, Seperti Apa Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia?

Rudiantara mengakui pada 2018 lalu Kementerian Kominfo hanya mengeluarkan sebanyak 18 Peraturan Menteri (Permen) dan menghapus puluhan Permen.

"Kominfo di 2018 'membunuh' 70 Peraturan Menteri. Permen yang bikin susah, yang ga lagi relevan dengan dinamika yang ada," lanjutnya.

"Saya katakan saya tidak mau tandatangan Peraturan Menteri kecuali kita menghapus Peraturan Menteri yang lama. Harus lebih banyak yang dibunuh (dihapus)," pungkas Rudiantara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com